Minggu, 21 Desember 2014
Tribunnews.com

Ini Dia Sepuluh Lokasi Perampokan Teroris Abu Roban

Selasa, 14 Mei 2013 20:13 WIB

Ini Dia Sepuluh Lokasi Perampokan Teroris Abu Roban
TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka
Jenazah Abu Roban (RS), terduga teroris yang meninggal dalam baku tempak dengan densus 88, pada Rabu (8/5/2013) lalu, di Desa Limpung, Babupaten Batang diangkut dari RS Bhayangkara Semarang. Kamis (9/5/2013) Jenazah Abu Roban dibawa menuju RS Kramat Jati Jakarta menggunakan mobil Disarter Victim Identivication (DVI). (TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kelompok teroris Abu Roban ternyata sudah melakukan perampokan beberapa kali, bukan hanya bank dan kantor pos yang diincarnya, counter handphone dan toko bangunan pun menjadi sasaran mereka.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan ada sepuluh tempat kejadian perkara dari aktivitas Fa'i kelompok teroris pencari dana ini.

Adapun sepuluh lokasi yang sudah diketahui menjadi tempat perampokan Abu Roban diantaranya Bank BRI Grobogan berhasil menggasak Rp 500 juta, Bank BRI Batang Rp 500 juta, Bank BRI di Lampung Rp 450 juta.

Kemudian toko handphone di Ciputat, Tangerang Selatan.

"Ada ratusan handphone yang dibawa pelaku, mereka pelakunya, kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).

Selain itu, mereka pun merampok toko emas di Srengseng Jakarta Barat dan berhasil menggasak empat kilo gram emas. Lalu, Kantor Pos dan Giro Serua, Tangerang Selatan dengan menggasak uang Rp 30 juta.

"Selain itu, Toko besi dan baja di Bintaro, itu hasilnya Rp 30 juta, BPR Batujajar, Bandung Rp 40 juta, Kantor Pos dan Giro Cibaduyut Bandung Rp 80 juta, toko bangunan di Cipulir Tangerang Rp 30 juta beserta tiga BPKB," ujar Boy.

Hingga saat ini kepolisian masih mendalami tempat-tempat perampokan kelopok Abu Roban ini untuk mengembangkan pelaku-pelaku lainnya yang turut memberikan perbantuan dalam aksinya.

"Jumlahnya berapa belum bisa dipastikan, pasti akan ada keterlibatan orang-orang lain yang belum tertangkap saat ini, itu dapat dipastikan hasil pengembangkan nanti akan dijelaskan," katanya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas