• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 16 September 2014
Tribunnews.com

Stok BPKB dan STNK Habis, Korlantas Akui Terlambat Lelang

Selasa, 14 Mei 2013 17:15 WIB
Stok BPKB dan STNK Habis, Korlantas Akui Terlambat Lelang
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Petugas melakukan pengecekan barang bukti yang diperlihatkan ketika gelar hasil pengungkapan tindak pidana pencurian dengan kekerasan hasil operasi Berantas Jaya di Halaman Resmob, Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2013). Pihak kepolisian berhasil mengungkap perkara pemalsuan surat-surat kendaraan roda empat dan menangkap seorang pelaku berinisial ARN (ketua KNPI Deli Serdang) dan BH berserta barang bukti lima puluh tiga unit mobil berbagai jenis serta alat kejahatan pemalsuan. TRIBUNNEWS/HERUDIN

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengakui adanya keterlambatan proses lelang pengadaan barang dan jasa untuk material Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Regiden Korlantas Polri Kombes Pol Sam Rudi Gusdian di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).

"Saya ingin menyampaikan berkaitan dengan keterlambatan pengadaan material baik BPKB, STNK maupun nanti akan diprediksi SIM (Surat Izin Mengemudi) yang akan habis untuk bulan Juli 2013, keterlambatan ini antara lain disebabkan pertama kita  baru melakukan lelang setelah ada penetapan sesuai Peraturan Presiden kita boleh melaksanakan lelang sebelum ada pagu definitif yang sudah ditetapkan oleh Dirjen Perbendaharaan," ungkapnya.

Penetapan pagu definitif untuk pengadaan barang dan jasa untuk BPKB, STNK, dan SIM baru keluar akhir April 2013, sehingga baru saat itu Korlantas merencanakan dan membuat langkah-langkah untuk melaksanakan lelang. Terang perwira menengah ini sejak April 2013 pihaknya sudah melakukan pengumuman melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) untuk pengadaan BPKB, STNK, dan SIM.

"Tentunya pengadaan ini ada beberapa pentahapan yang harus dilalui, direncanakan, perjanjian kontrak berdasarkan pentahapan tadi, yang sudah dimasukan ke LPSE, yaitu untuk BPKB tanggal 20 Juni itu baru tanda tangan kontrak pemenangnya nanti. Kemudian untuk STNK tanggal 19 Juni dan SIM diperkirakan tanggal 28 Juni. Jadi setelah  penandatanganan baru diproses pengadaannya. Itu yang dihadapi," ungkapnya.

Ia tidak menampik terlambatnya proses lelang karena ada dokumen-dokumen di Korlantas disita sebagai barang bukti dalam kasus pengadaan Simulator SIM yang melibatkan Irjen Pol Djoko Susilo. Sehingga Korlantas harus lebih hati-hati supaya tidak terjebak dalam jurang yang sama.

"Dengan adanya kasus Simulator, saat ini berkasnya semua masih disita di Bareskrim sehingga harus diganti semua. Sehingga harus dipelajari lagi dan harus dilakukan hati-hati," ujarnya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1783882 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Insurers Insurers-Selasa, 14 Mei 2013 Laporkan
    Untuk penerbitan Surety Bond seperti Jaminan Penawaran (Bid Bond), Jaminan Pelaksanaan (Performance Bond), Jaminan Uang Muka (Advance Payment Bond) maupun Jaminan Pemeliharaan silahkan hubungi 0818778145 atau info lebih lanjut di http://suretybond10.blogs
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas