Rabu, 26 November 2014
Tribunnews.com

14.033 Napi di Indonesia Pengguna Narkoba

Rabu, 15 Mei 2013 09:19 WIB

14.033 Napi di Indonesia Pengguna Narkoba
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Wakil Menteri Hukum dan HAM RI, Denny Indrayana, didampingi Kepala Kantor Hukum dan HAM NTT, Leo Detri, dan pejabat lainnya, saat berdialog dengan warga binaan di Lapas Anak Kupang, Minggu (7/4/2013) petang.

Laporan Wartawan Warta Kota, Budi Sam Law Malau

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Pemahaman para penegak hukum bahwa pengguna narkotika baik pecandu atau penyalahguna narkoba wajib mendapatkan rehabilitasi medis sesuai UU Narkotika No 35/2009, tampaknya belum dipahami secara maksimal.

Untuk itu Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menggelar pemahaman kepada para aparat penegak hukum di Makassar, Sulawesi Selatan, mulai Selasa (14/5/2013) sampai Kamis (16/5/2013).

Acara yang digelar di Hotel Singgasana, Makassar, ini dibuka Selasa (14/5/2013) malam, dan dihadiri Wakil Menteri Kementerian Hukum dan HAM Prof Denny Indriyana.

Acara bertajuk 'Sosialisasi Penanganan Pecandu, Penyalahguna dan Korban Penyalahgunaan Narkotika Yang Sedang Menjalani Proses Peradilan Ditempatkan Di Tahanan Atau Di Tempat Rehabilitasi'.

Dalam paparan awalnya, Denny Indriyana, menjelaskan kebijakan Kemenkumham dalam penanganan pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika, setelah lahirnya UU Narkotika No 35/2009 sangat jelas. Bahwa pengguna narkoba baik pecandu, penyalahguna dan korban
penyalahgunaan narkotika wajib mendapatkan rehabilitasi.

Namun diakui angka dimana pengguna narkoba mendapatkan rehabilitasi masih sangat kecil.

Denny memaparkan sampai 13 Mei 2013, data Kemenkumham mencatat bahwa dari 158.812 jumlah napi dan tahanan di seluruh Indonesia terdapat 51.899 diantaranya terkait kasus narkotika.

Untuk yang berkekuatan hukum tetap yakni narapidana, tercatat ada 36.598 orang. Dari jumlah itu tercatat jumlah napi yang merupakan pecandu, penyalahguna dan korban penyalahgunaan narkotika adalah 14.033 orang.

Sementara produsen narkoba 759 orang, bandar narkoba 3.751 orang, pengedar narkoba 16.432 orang, dan penadah narkoba 1.621 orang.

Menurut Denny dari 14.033 napi yang merupakan pecandu, penyalahguna dan penyalahgunaan narkoba, yang saat ini mendapatkan kesempatan rehabilitasi sangat kecil dan tidak mencapai 5 persen.

"Jumlah ini sangat kecil sekali. Padahal dalam UU Narkotika itu jelas, bahwa mereka wajib mendapatkan rehabilitasi," kata Denny.

Kendalanya kata Denny, ketiadaan tempat rehabilitasi yang bisa dijangkau dan masih minimnya pusat rehabilitasi yang ada.

Kedepan, katanya, sejumlah Lapas Narkotika akan dilengkapi dengan pusat rehabilitasi. Untuk itu, dalam kasus-kasus narkotika ke depannya, Denny berharap, sebelum seorang pecandu, penyalahguna atau korban penyalahgunaan narkoba mendapatkan kekuatan hukum tetap di tahanan, penegak hukum diharapkan memberikan rehabilitasi sebagai bentuk hukuman atau sanksi yang diterima.

"Dan kita harus sama-sama menempatkan para pecandu dan penyalahguna narkoba ini, juga sebagai korban," kata Denny.(bum)

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Warta Kota

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas