• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Politisi Demokrat Dukung KPK Ungkap Korupsi Impor Sapi

Rabu, 15 Mei 2013 12:55 WIB
Politisi Demokrat Dukung KPK Ungkap Korupsi Impor Sapi
rri.co.id
Politisi Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Anggota Fraksi Partai Demokrat DPR-RI Didi Irawadi Syamsudin meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mundur.

Dukungan yang diberikan ini terkait pengusutan kasus dugaan suap impor daging sapi dan pencucian uang yang melibatkan bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersitegang dengan lembaga penegak hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait penyitaan mobil-mobil mewah yang diduga milik tersangka kasus suap impor daging sapi Luthfi Hasan Ishaaq.

Buntut dari upaya penyitaan itu, PKS melaporkan 10 penyidik lembaga pimpinan Abraham Samad itu ke Mabes Polri.

"KPK jangan pernah mundur selangkah pun. Bongkar dan usut tuntas pihak-pihak yang terkait malapraktek tersebut," tegas Ketua DPP Partai Demokrat ini kepada Tribunnews.com, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Lebih lanjut, anggota Komisi III DPR ini juga berharap PKS lebih bijak untuk merespon persoalan yang kini berkembang dalam kasus dugaan suap impor daging sapi.

"Sahabat-sahabat PKS hendaknya lebih bijak merespon persoalan ini. Sikap terlalu defensif kurang elok," ucapnya.

Sementara itu, Mabes Polri meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tetap tenang meneruskan pengusutan kasus dugaan suap impor daging sapi dan pencucian uang yang melibatkan bekas Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Sutarman menerangkan, meski PKS melaporkan Juru Bicara KPK Johan Budi dengan tuduhan melakukan penghinaan, tidak otomatis pengusutan kasus terhadap Luthfi berhenti.

"Silahkan KPK bekerja dengan tenang untuk menyelesaikan kasus korupsinya. Kalau, misalnya, ada tindakan petugas yang melanggar, ada beberapa tahapan. Masalah etikanya, dan lain-lain," ujar Sutarman di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Sutarman menambahkan, pihaknya masih harus mempelajari aduan yang dilayangkan kuasa hukum PKS terhadap Johan.

Termasuk soal tindakan penyidik KPK yang mencoba melakukan penyitaan terhadap mobil Luthfi yang diduga hasil pencucian uang.

"Kalau terkait penegakan hukum kan ada sah atau tidaknya penyitaan. Sah atau tidaknya penangkapan dan penyitaan, saya kira ada proses praperadilan," terangnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rachmat Hidayat
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1787441 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas