• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 30 Agustus 2014
Tribunnews.com

Sejarah Abu Roban Dirikan Mujahidin Indonesia Barat

Rabu, 15 Mei 2013 22:43 WIB
Sejarah Abu Roban Dirikan Mujahidin Indonesia Barat
TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka
Jenazah Abu Roban (RS), terduga teroris yang meninggal dalam baku tempak dengan densus 88, pada Rabu (8/5/2013) lalu, di Desa Limpung, Babupaten Batang diangkut dari RS Bhayangkara Semarang. Kamis (9/5/2013) Jenazah Abu Roban dibawa menuju RS Kramat Jati Jakarta menggunakan mobil Disarter Victim Identivication (DVI). (TRIBUN JATENG/Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim Densus 88 Antiteror Polri memberikan pemaparan dalam acara diskusi di Gedung Graha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (15/5/2013). Tim Densus 88 menjelaskan siapa sebenarnya kelompok teroris Abu Roban.

Dalam pemaparan yang dihadiri Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna tim Densus 88 yang terdiri dari tiga orang menjelaskan asal-usul terbentuknya Mujahidin Indonesia Barat (MIB).

"Abu Roban memiliki keinginan kuat mempersatukan kelompok mujahidin yang ada di seluruh Indonesia dlm perjuangan menegakan daulah islamiyah di Indonesia dan menjadikan indonesia negara islam, atas cita-cita tersebut Abu Roban membentuk MIB," kata seorang anggota Densus yang enggan disebut namanya dalam diskusi tersebut.

Kemudian Abu Roban pun mendeklarasikan dibentuknya Mujahidin Indonesia Barat pada akhir tahun 2012.

"Deklarasi dilakukan di Gunung Kamojang Bandung oleh 10 orang sekaligus disepakati ketuanya Abu Roban," ujarnya.

Kelompok Abu Roban menciptakan organisasi tertutup atau bawah tanah (tandzim sirri) sehingga antar anggotanya tidak saling mengenal.

"Abu Roban ingin menyatukan ikhwan-ikhwan bekas anggota JAT dan kelompok mujahidin lainnya yang miliki pemahaman sama tentang jihad," katanya.

Seperti diketahui, kelompok Abu Roban merupakan kelompok teroris pencari dana. Kelompok teroris Abu Roban sudah melakukan perampokan beberapa kali, bukan hanya bank dan kantor pos yang diincarnya, counter handphone dan toko bangunan pun menjadi sasaran mereka.

Sebelumnya Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan ada sepuluh tempat kejadian perkara dari aktivitas Fa'i kelompok teroris pencari dana ini.

Adapun sepuluh lokasi yang sudah diketahui menjadi tempat perampokan Abu Roban diantaranya Bank BRI Grobogan berhasil menggasak Rp 500 juta, Bank BRI Batang Rp 500 juta, Bank BRI di Lampung Rp 450 juta.

Kemudian toko handphone di Ciputat, Tangerang Selatan.

"Ada ratusan handphone yang dibawa pelaku, mereka pelakunya, kata Boy di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).

Selain itu, mereka pun merampok toko emas di Srengseng Jakarta Barat dan berhasil menggasak empat kilo gram emas. Lalu, Kantor Pos dan Giro Serua, Tangerang Selatan dengan menggasak uang Rp 30 juta.

"Selain itu, toko besi dan baja di Bintaro, itu hasilnya Rp 30 juta, BPR Batujajar, Bandung Rp 40 juta, Kantor Pos dan Giro Cibaduyut Bandung Rp 80 juta, toko bangunan di Cipulir Tangerang Rp 30 juta beserta tiga BPKB," ujar Boy.

Hingga saat ini kepolisian masih mendalami tempat-tempat perampokan kelopok Abu Roban ini untuk mengembangkan pelaku-pelaku lainnya yang turut memberikan perbantuan dalam aksinya.

"Jumlahnya berapa belum bisa dipastikan, pasti akan ada keterlibatan orang-orang lain yang belum tertangkap saat ini, itu dapat dipastikan hasil pengembangan nanti akan dijelaskan," katanya.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1789921 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas