William Maksum Penghubung Kelompok Abu Roban dan Santoso

Rabu, 15 Mei 2013 00:19 WIB

William Maksum Penghubung Kelompok Abu Roban dan Santoso
TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah
Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melanjutkan pengejaran terduga teroris di Lampung. dua rumah kontrakan di Tanjung Seneng, Bandar Lampung, digerebek, Jumat (10/5/2013) pukul 14.30 WIB.Tujuh anggota Densus 88 bersenjata laras panjang dengan didampingi aparat Kepolisian Resor Bandar Lampung, menggerebek rumah kontrakan di Gang Damai dan Jalan Pulau Sari Perumahan Way Kandis Bandar Lampung, menurut pantauan dari lokasi penggerebekan tim Densus mengamankan satu buah kardus. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- William Maksum teroris kelompok Abu Roban yang ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Cipacing, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (7/5/2013) mempunyai peran penting dalam jaringan teroris Poso pimpinan Santoso.

"Dia pegang peranan penting berkait kegiatan koordinasikan, jadi afiliasi kelompok Abu Roban ini kepada Autad Rawa, Santoso dan Abu Omar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2013).

Terang Boy, baik Santoso, Autad Rawa, maupun Abu Omar merupakan orang-orang yang aktif juga di Filipina Selatan, kemudian saat terjadi konflik di Poso. "Mereka juga sama-sama melakukan aktivitas di Poso ketika era masa konflik," ujarnya.

Setelah sekian lama, proses perjuangan Abu Omar berakhir karena tertangkap Densus 88 Antiteror Polri dan kini menjalani proses hukum. "Pengikut yang saat ini kelompoknya Abu Roban. Abu Roban ini yang ditugaskan untuk memberikan bantuan perjuangan yang berjalan di Poso yang dipimpin Santoso," ucapnya.

Kemudian bagaimana bantuan yang diberikan kelompok Abu Roban, intruksi itulah yang pada kelompok teroris fai ini melakukan pengumpulan dana untuk dukung aktivitas di Sulawesi khususnya di Poso.

Sebelumnya kepolisian membekuk 24 teroris kelompok Abu Roban. Di Jakarta, polisi menangkap lima orang masing-masing atas nama Faisal als Boim, Endang, Agung, Agus Widharto, dan Iman dari para pelaku polisi menyita satu buah senjata api revolver dan 20 butir pelurunya, beberapa perhiasan, laptop, handphone, dan uang hasil fai sekitar Rp 30 jutaan.

Halaman
12
Tags
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hendra Gunawan
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help