Sabtu, 18 April 2015
Tribunnews.com

Ada Jejak Suap di DPP PKS

Kamis, 16 Mei 2013 10:11 WIB

Ada Jejak Suap di DPP PKS

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA-- Kala membawa enam mobil mewah mantan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dari kantor DPP PKS Jakarta, Rabu (15/5/2013), Tim KPK sempat menggeledah sejumlah ruangan kantor DPP PKS.

Juru Bicara KPK, Johan Budi menegaskan, penggeledahan itu terkait jejak tersangka suap peningkatan kouta impor daging sapi di Kementan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), khususnya yang menyeret Luthfi Hasan.

Selain itu, penyidik mensinyalir kantor DPP PKS itu menyimpan bukti-bukti yang dapat membantu pengembangan penyidikan suap. Semula Ketua Bidang Humas DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menampik adanya penggeledahan.

Mardani menyatakan tim KPK hanya melakukan pengecekan dokumen terkait penyitaan enam mobil Luthfi yang diduga hasil tindak pencucian uang suap.

"Kenapa ada penggeledahaan? Diduga di tempat itu ada jejak tersangka, apakah LHI (Luthfi), sehingga kita lakukan penggeledahan. Diduga ada bukti yang mendukung," tegas Jubir KPK, Johan Budi di kantor KPK Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Ruangan yang digeledah tim penyidik adalah Ruangan Staf Bendahara PKS. Johan memastikan penggeledahan itu juga dilengkapi surat izin penggeledahan yang dikeluarkan pengadilan.

"Beberapa ruang yang digeledah, dari info sementara yang disampaikan ke saya, ada ruang staf bendahara, ada rumah singgah (tempat singgah) di dalam komplek itu, di kantor bengkel," jelas Johan.

Halaman12
Editor: Rachmat Hidayat
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas