• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 26 Juli 2014
Tribunnews.com

Rizal Ramli: Banyak Solusi untuk Selesaikan Masalah BBM di APBN

Kamis, 16 Mei 2013 23:50 WIB
Rizal Ramli: Banyak Solusi untuk Selesaikan Masalah BBM di APBN
dok pribadi
Rizal Ramli hadir dalam diskusi di membahas kenaikan BBM di DPR, Kamis (16/5/2013) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak solusi alternatif yang bisa dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan APBN tanpa harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Solusi itu antara lain, pemerintah harus segera menghentikan dan mengadili mafia migas yang sangat merugikan negara sekitar Rp10 trilliun per tahun. “Minta KPK menyelidiki siapa saja pejabat yang disogok oleh mafia migas,” kata calon presiden Rizal Ramli dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Kamis (16/5/2013).
 
Peryataan itu disampaikannya pada Diskusi Dialektika Demokrasi bertema "BLT Untuk Kepentingan Rayat atau Parpol?" di Press Room DPR, Kamis (16/5). Diskusi juga menghadirkan Ketum PKPI Sutiyoso, anggota F-PDIP DPR Maruarar Sirait, dan pengamat politik Boni Hargens.  

“Saya prihatin pemerintah tidak mau kreatif dan tidak pernah mau belajar dari pengalaman. Apa yang disebut sebagai  ‘subsidi’ di sektor energi sebagian besar adalah subsidi untuk inefisiensi dan KKN di sektor energi. Kenapa rakyat yang harus menanggung beban dari kesalahan kebijakan dan praktik KKN yang merugikan keuangan negara?” jelas Menko Perekonomian di era Presiden Abdurrahman Wahid ini.

Menurut Rizal Ramli   banyak solusi alternatif selain menaikkan harga BBM yang pasti akan membuat beban rakyat semakin berat. Di antaranya, harus ada komitmen yang kuat untuk mengurangi inefisiensi, KKN, dan markup biaya-biaya di sektor energi dengan jadwal dan target-target kwantitatif yang jelas.

“Pemerintah juga harus meningkatkan penggunaan gas dalam pembangkit listrik secara nasional dari 23% saat ini jadi 30% dalam waktu dua tahun. Mengurangi  penggunaan generator diesel, yang merugikan PLN Rp 37 trilliun per tahun. Selain itu, harus mengalihkan ke pembangkit yang menggunakan BBM ke batubara, gas, air, dan geothermal secepatnya,” ungkap ikon perubahan yang di kalangan nahdiyin kerap disapa Gus Romli ini.

Masih seputar solusi alternatif, Ketua Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) tersebut juga menyarankan perlunya membangun kilang dengan kapasitas 300.000-400.000 barrel dalam dua tahun. Pembangunan kilang akan menurunkan 40-50% biaya produksi solar, premium, dan minyak tanah. Pembangunan kilang juga akan menghemat penggunaan devisa, mengurangi tekanan terhadap defisit transaksi berjalan dan menciptakan lapangan kerja. Juga tingkatkan cost control, dengan memperbaiki metode dan transparansi kontraktor migas sehingga mengurangi cost recovery yang selama ini terus naik 25% dalam dua tahun.

Penulis: Yulis Sulistyawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas