• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 20 April 2014
Tribunnews.com

Fathanah ke Luthfi: Ustaz, Istri-istri Antum Sudah Menunggu

Jumat, 17 Mei 2013 17:02 WIB
Fathanah ke Luthfi: Ustaz, Istri-istri Antum Sudah Menunggu
TRIBUN/DANY PERMANA
Tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang dan suap kuota impor daging di Kementrian Pertanian, Ahmad Fathanah (kiri) dan Luthfi Hasan Ishaaq (kanan), siap bersaksi dalam sidang terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Selain kedua orang itu juga akan bersdakasi Maharani Suciyono, Elda Deviana Adiningrat, dan Maria Elizabeth. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar hasil sadapannya terkait dugaan korupsi impor daging sapi, pada sidang terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di Pengadilan Tipoikor, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Dalam rekaman percakapan itu ada pernyataan nakal antara mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq dengan koleganya, Ahmad Fathanah.

Dalam percakapan telepon yang telah disadap, Ahmad Fathanah diketahui sudah menyediakan 'istri-istri' untuk Luthfi Hasan.

"Assalaamu'alaikum ustaz. Istri-istri antum sudah menunggu," kata Fathanah dalam rekaman Jaksa.

Lalu, Luthfi Hasan membalas dengan jawaban sedikit mesum.

"Mau yang postur gimana," kata Luthfi di telepon. Keduanya lalu tertawa senang.

Percakapan itu terhenti. Ahmad Fathanah mengalihkan membicaraan dengan membahas soal kuota impor daging sapi yang diminta PT Indoguna Utama.

"Yang 5000 per kilo sudah disetujui. Nilainya Rp 40 M," kata Fathanah kepada Luthfi.

Namun, Luthfi tampak belum puas. Dia meminta agar jatah impor daging sapi PT Indoguna dinaikkan menjadi 10 ribu ton lagi.

"Berarti bisa Rp 50 M dong (komisinya)," kata Fathanah.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1797512 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas