• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Luthfi Hasan : 10 Kali Fathanah Minta Bantuan

Jumat, 17 Mei 2013 22:55 WIB
Luthfi Hasan : 10 Kali Fathanah Minta Bantuan
/henry lopulalan
KESAKSIAN AHMAD FATHANAH - Tersangka korupsi pengurusan impor daging sapi Ahmad Fathanah menjadi saksi pada sidang dengan terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi dalam kasus dugaan suap impor daging sapi di Pengadilan Tipikor,Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (17/5). Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tersebut menghadirkan Mentan Suswono, Ahmad Fathanah, Luthfi Hasan Ishaaq, Maharani Suciono serta penyelidik KPK Amir Arif. (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq mengaku Ahmad Fathanah telah 10 kali meminta bantuan kepadanya, dalam mengurus kuota impor PT Indoguna Utama. Hal itu terungkap dari tanya jawab antara Jaksa Penuntut Umum KPK dengan Luthfi Hasan.

"Kenapa mau membantu AF untuk mengurus kuota impor indoguna?" tanya Jaksa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (17/5/2013).

"Sepuluh kali lebih AF minta dibantu. Ya sudah, nanti saya sampaikan, begitu siapkan bahannya," jawab Fathanah.

Apa yang diungkapkan Lutfhi ini merupakan cara untuk menghentikan kejengkelannya karena terus didesak Fathanah. Namun, Luthfi sendiri memiliki kepentingan terhadap Fathanah.

"Jadi saya punya kepentingan agar dia memfasilitasi. Agar mendapat data yang dibuthkan. Kalau saya katakan tidak, dia akan menghentikan memberi informasi mengenai krisis daging," ujanrya.

Luthfi Hasan kini juga sudah menjadi tersangka dalam perkara yang sama dengan Fathanah. Luthfi dijerat dengan tindak pidana pencucian uang. KPK pun sudah menyita sejumlah rumah dan mobil Luthfi yang diduga dibeli dari hasil cuci uang.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1798411 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas