• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribunnews.com

Minat Baca Orang Indonesia Cuma 0,01 Persen

Jumat, 17 Mei 2013 14:21 WIB
Minat Baca Orang Indonesia Cuma 0,01 Persen
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Siswa SDN 10 Sumur Batu membaca buku cerita di mobil perpustakaan di halaman Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, pada acara Hari Membaca Anak Jakarta 2012, Kamis (22/11/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fadli Zon, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengatakan, partainya sangat mendukung peningkatan minat baca di Indonesia.

Apalagi, kata dia, saat ini tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya 0,01 persen.

Itu berarti, menurutnya, hanya satu dari 10 ribu orang yang memiliki keinginan membaca. Jumlah itu jauh lebih kecil ketimbang Jepang (45 persen) dan Singapura (55 persen).

Terkait hal itu, di Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei, diharapkan bisa menjadi refleksi bagi semua anak bangsa, untuk menghargai pentingnya membaca buku. Buku membentuk watak bangsa, kata Bung Hatta.

Buku merupakan pintu ilmu dan jendela melihat dunia. Membaca tiap halaman buku sama dengan membuka tiap lapis tirai dunia. Buku melahirkan pikiran-pikiran besar dunia, membentuk ideologi bahkan membangun peradaban.

Pendiri Fadli Zon Library menuturkan, usaha mencerdaskan bangsa tak bisa dipisahkan dari buku. Pembentukan SDM unggul dimulai dari membaca buku.

"Bangsa yang besar juga ditandai perpustakaan yang besar. Library of Congres AS misalnya, menjadi perpustakaan terbesar di dunia. Begitu pula British Library di London. Umumnya, Presiden AS yang usai masa tugasnya, mendapat dana untuk bangun perpustakaan. Itu sekadar contoh kepedulian bangsa-bangsa besar terhadap buku dan perpustakaan," papar Fadli.

Karena itu, dalam manifesto perjuangan Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto mendorong perlunya perpustakaan berkualitas internasional di daerah-daerah.

Tak hanya koleksi buku yang banyak, namun dilengkapi fasilitas membaca dan infrastruktur yang nyaman. Sehingga, dapat meningkatkan minat baca putra-putri bangsa, dan semakin mendekatkan mereka membuka tirai dunia.

"Lebih fundamental lagi, kegiatan ini merupakan amanat konstitusi, mencerdaskan kehidupan bangsa," tegasnya.

Kualitas SDM yang baik adalah modal utama pembangunan dan bekal menghadapi globalisasi yang penuh persaingan. Buku adalah pedoman menuju peradaban. (*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
0 KOMENTAR
1796691 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas