Minggu, 2 Agustus 2015
Tribunnews.com

Minat Baca Orang Indonesia Cuma 0,01 Persen

Jumat, 17 Mei 2013 14:21 WIB

Minat Baca Orang Indonesia Cuma 0,01 Persen
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Siswa SDN 10 Sumur Batu membaca buku cerita di mobil perpustakaan di halaman Tugu Proklamasi Jakarta Pusat, pada acara Hari Membaca Anak Jakarta 2012, Kamis (22/11/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Fadli Zon, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra mengatakan, partainya sangat mendukung peningkatan minat baca di Indonesia.

Apalagi, kata dia, saat ini tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih sangat rendah, yakni hanya 0,01 persen.

Itu berarti, menurutnya, hanya satu dari 10 ribu orang yang memiliki keinginan membaca. Jumlah itu jauh lebih kecil ketimbang Jepang (45 persen) dan Singapura (55 persen).

Terkait hal itu, di Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei, diharapkan bisa menjadi refleksi bagi semua anak bangsa, untuk menghargai pentingnya membaca buku. Buku membentuk watak bangsa, kata Bung Hatta.

Buku merupakan pintu ilmu dan jendela melihat dunia. Membaca tiap halaman buku sama dengan membuka tiap lapis tirai dunia. Buku melahirkan pikiran-pikiran besar dunia, membentuk ideologi bahkan membangun peradaban.

Pendiri Fadli Zon Library menuturkan, usaha mencerdaskan bangsa tak bisa dipisahkan dari buku. Pembentukan SDM unggul dimulai dari membaca buku.

"Bangsa yang besar juga ditandai perpustakaan yang besar. Library of Congres AS misalnya, menjadi perpustakaan terbesar di dunia. Begitu pula British Library di London. Umumnya, Presiden AS yang usai masa tugasnya, mendapat dana untuk bangun perpustakaan. Itu sekadar contoh kepedulian bangsa-bangsa besar terhadap buku dan perpustakaan," papar Fadli.

Halaman12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas