Minggu, 29 Maret 2015
Tribunnews.com

Aib Menteri Suswono Terkuak di Persidangan

Sabtu, 18 Mei 2013 09:45 WIB

Aib Menteri Suswono Terkuak di Persidangan
TRIBUN/DANY PERMANA
Menteri Pertanian yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera Suswono (tengah) saat akan bersaksi dalam sidang terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5/2013).

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Menteri Pertanian Suswono akhirnya mengakui hadir dalam pertemuan dengan Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman di Hotel Aryaduta, Medan.

Pertemuan itu difasilitasi mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq untuk memcocokkan data PT Indoguna dengan data Kementan terkait kebutuhan daging sapi nasional. Dua bulan lalu, Suswono berkeras tidak ikut pertemuan tersebut.

"Pertemuan di Medan itu difasilitasi oleh Pak Luthfi," kata Suswono saat bersaksi di sidang perkara korupsi kuota impor daging sapi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/5/2013). Suswono bersaksi untuk terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi.

Menurut Suswono, kehadirannya di Medan untuk kunjungan kerja ke Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dan juga diundang mengikuti Safari Dakwah PKS di Medan.

Namun, dia saat itu tiba-tiba disampaikan stafnya Suwarso, diundang Luthfi untuk bertemu di kamarnya di Hotel Aryaduta Medan. Untuk mendengarkan presentasi dari Maria Elizabeth Liman soal krisis daging. Malam sebelumnya, Suwaros terlebih dahulu menyerahkan materi.

Suswono penuhi undangan itu dengan pertimbangan lokasi pertemuan satu arah menuju Deli Serdang, dan tidak berlangsung lama.
Suswono mengakui pertemuan yang berlangsung sekitar 20 menit itu tidak menghasilkan apa pun, karena dia tidak sepakat dengan data-data yang dipaparkan Maria Elizabeth Liman. Data- data itu bertentangan dengan data yang diyakininya hasil penelitian dari IPB, dan menjadi pemicu perdebatan dengan Maria.

Suswono bahkan sempat emosi saat adu mulut perihal data yang diajukan Maria terkait kebutuhan daging sapi nasional. "Saya sempat marah, karena data kementan dibilang tidak valid. Padahal data yang kami punya dari penelitian resmi IPB. Lalu saya bilang ke Elisabeth data dia dari mana? Dia tidak jawab. Kami sarankan ke ahli dan lakukan penelitian dahulu, lalu buat seminar, baru kami akan datang untuk mendengar kajian tersebut," kata Mentan Suswono.

Halaman12345
Editor: Rachmat Hidayat
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas