• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Bupati Madina Diperiksa 12 Jam di KPK

Sabtu, 18 Mei 2013 00:07 WIB
Bupati Madina Diperiksa 12 Jam di KPK
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Bupati Mandailing Natal, Hidayat Batubara resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Jakarta, Kamis (16/5/2013). Hidayat ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal, Khairil Anwar dan seorang kontraktor, Surung Pandjaitan karena diduga terkait dengan kasus dugaan suap proyek alokasi Bantuan Dana Bawahan (BDB) Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonard A.L Cahyoputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- KPK terus mengusut kasus dugaan  suap terkait proyek alokasi bantuan dana dari pemerintah propinsi Sumatera Utara  ke Kabupaten Madina.

Hari ini  Bupati Mandailing Natal (Madina), Hidayat Batubara (HIB) diperiksa sebagai saksi selama 12 jam. Ia keluar sekitar pukul 23.08 WIB dengan mengenakan baju tahanan. Hidayat mengaku bahwa uang suap yang diterimanya tidak mengalir ke Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

"Enggak ada (aliran dana ke Gatot). Ini inisiatif saya sendiri," ujar Hidayat kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/5/2013).

Saat ditanya apakah uang suap yang ia terima baru pertama kali atau sebelumnya pernah mendapatkannya, Hidayat mengaku tidak tahu. "Oh saya tidak tahu soal itu," ujarnya.

Hidayat juga mengaku tidak ada koordinasi dengan DPW Demokrat. Selain Hidayat, KPK juga memeriksa Khairul anwar Plt Kepala Dinas (Kadis) PU Madina bukan Sumut. Berbeda dengan Hidayat, Khairul tidak banyak bicara. Ia hanya menjawab nanti. "Nanti saya akan jawab. Nanti ya setelah pemeriksaan," ujarnya.

Seperti yang diketahui, KPK telah menetapkan status Bupati Mandailing Natal (Madina), Hidayat Batubara (HIB)  menjadi tersangka. Penetapan itu setelah lembaga pimpinan Abraham Samad menemukan dua alat bukti yang cukup dari hasil pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut).

Hidayat diduga menerima suap terkait proyek alokasi bantuan dana dari pemerintah propinsi Sumut ke Kabupaten Madina. "HIB, Bupati Mandailing Natal disangka melanggar pasal 12 a atau pasal 11 UU 31 tahun 99 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2002 tentang pemberantasan korupsi," kata Juru bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan di kantornya, Kuningan,  Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013) malam lalu.

Selain Hidayat,  KPK juga menetapkan kontraktor Surung Panjaitan dan Plt Kepala Dinas (Kadis) PU Sumut, Khairul Anwar menjadi tersangka.

Untuk Surung, KPK menjeratnya melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 13 UU 31 tahun 99 sebagaimana diubah menjadi UU 20 tahun 2002 tentang pemberantasan korupsi.

"KRL selaku PLT Kadis PU kabupaten Madina diduga melanggar  pasal 12 a atau 11 UU 31 tahun 99 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2002," terang Johan.

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1798532 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas