• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribunnews.com

Maharani: Saya Waktu itu Lagi di Kamar Mandi

Sabtu, 18 Mei 2013 09:14 WIB
Maharani: Saya Waktu itu Lagi di Kamar Mandi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Maharani Suciono

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Maharani Suciyono akhirnya mengakui uang Rp 10 juta yang diterimanya dari Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada 29 Januari lalu adalah bayaran untuk pelayanan seks.

Namun uang itu disita petugas Komisi Pemberantasan Korupsi yang menagkap keduanya saat dalam kondisi telanjang di dalam kamar hotel. Pengakuan itu disampaikan Maharani saat menjadi saksi perkara suap impor daging sapi Kementerian Pertanian dengan terdakwa dua direktur dari PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy alias Dio dan Juard Effendi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (17/5).

Semula, Rani, sapaan untuk Maharani, menjawab pertanyaan majelis hakim tentang maksud dan tujuan keberadaannya bersama Fathanah di hotel bilangan Tanah Abang itu. Rani mengaku datang ke hotel itu atas permintaan Fathanah. Ini pertemuan pertama mereka, setelah berkenalan di salah satu mal di Jakarta. Saat itu, Fathanah meminta Rani datang ke hotel itu dengan alasan ingin berkenalan lebih lanjut.

"Saya diminta datang, datangnya jam 5 sore. Saya rumahnya di Condet. Waktu itu saya sedang di rumah teman saya. Sampai di sana (hotel) jam setengah 7-an, pokoknya jam 5 lewat. Lalu ketemu Pak Ahmad Fathanah di kafe dan berbincang-bincang sebentar, lalu dia mengajak saya ke kamar. Di sana, tidak lama, penyidik KPK datang," ujar Rani.

Tak lama berbincang di kafe hotel lantai dasar, Fathanah mengajak Rani naik ke lantai 17, ke kamar 1740. Setelah beberapa lama di dalam kamar itu, tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dan menangkap keduanya.

"(Yang terjadi di kamar saat ditangkap) yang ditanyai penyidik KPK itu Pak Ahmad Fathanah. Dia yang buka pintu. Saya waktu itu lagi di kamar mandi," kata Rani seraya mengaku lupa berapa lama sudah berada dengan Fathanah di kamar itu.

Selanjutnya tim, KPK itu mengamankan sejumlah barang miliknya, seperti tas, telepon seluler, serta uang Rp 10 juta yang berada di dalam dompetnya. "Dikasih sama Pak Ahmad," jawab Rani saat ditanya hakim asal uang Rp 10 juta tersebut.

Selanjutnya Rani mengaku dibawa tim penyelidik itu ke kantor KPK. Tak puas dengan jawaban Rani, tim jaksa KPK yang dipimpin M Roem menanyakan Rani tentang peruntukan uang Rp 10 juta yang diberikan Fathanah.

Saat ditanya Hakim Ketua Purwono Edi Santosa, untuk apa Fathanah ngajak ketemu, Rani mengaku untuk berkenalan. "Dia (Fathanah) bilang ingin ketemu dan kenalan sama saya," ujarnya.

Setelah beberapa lama di kamar, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tutur Maharani, mengetuk pintu. Dirinya tidak mengetahui persis pukul berapa saat itu.

Tetapi dia mengatakan, Ahmad Fathanah yang membukakan pintu. Sementara dirinya tidak tahu apa-apa, karena masih di dalam kamar mandi. Kemudian, Rani mengaku turut dibawa petugas KPK.

"Barang saya diamankan. Tas, seluruh isi (tas), HP semuanya. Uang didompet saya Rp 10 juta," kata Rani seraya mengaku uang itu berasal dari Ahmad Fathanah.

Jaksa Penuntut Umum KPK, M Roem, kemudian mendapatkan kesempatan bertanya. Saat ditanya Jaksa untuk apa Rp 10 juta itu, Rani awalnya mengaku tidak tahu untuk keperluan apa. "Untuk menemani Ahmad Fathanah," jelasnya.

Namun, Jaksa tak percaya. Ia meminta Maharani mengingat kembali keterangannya, apakah sudah benar apa yang disampaikannya itu. Lalu, Jaksa menyebutkan poin 6 Berita Acara Pemeriksaan Maharani di hadapan Penyidik KPK.
"Diajak berhubungan intim?" tanya Jaksa
"Iya," jawab Maharani.
Jaksa mengejar lagi, apakah diberikan uang kaitannya ajakan itu (berhubungan intim).
"Iya," kata Maharani.

Rani kemudian menceritakan awal perkenalannya dengan orang dekat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luhfie Hasan Ishaaq tersebut.

Menurut Rani, Fathanah mengaku sebagai seorang pengusaha saat pertama kali bertemu sehari sebelum pertemuan di Hotel Le Meridien. "Saya sedang makan siang di salah satu mal Jakarta, ada Pak Ahmad Fathanah juga di situ. Tapi, saya tidak begitu paham. Saya tidak kenalan secara langsung. Waktu itu, dia hanya bilang, saya Ahmad Fathanah. Dia hanya bilang, saya pengusaha," papar Rani seraya mengaku Fathanah tak membahas proyek tertentu.

Usai sidang, Rani yang didampingin sang paman, memilih bungkam saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai motif kesediannya berhubungan intim dengan Fathanah. Ia langsung masuk ke dalam taksi yang sudah terparkir di depan gedung pengadilan.
(tribunnews/rek/coz/edf)

Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
4 KOMENTAR
1799181 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Agus Herawan-Minggu, 19 Mei 2013 Laporkan
    Oooooh jd bayarannya 10 jt toch......sayang amat body dan wajah gitu cuma senilai 10 jt dengan menjadi PSK.
  • irzaldi-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    hebat udah ngelaksanakan dulu setelah itu beres
  • amin-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    Partai basis agama yang katanya bersih
    kok ketahuan wujud aslinya sebgai partai
    untuk para mavia syawat psk ap jadinya
    nasib negeri ini sudah terkutuk...
  • Indo Posting-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    NYOBA JADI PSK!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas