Selasa, 28 Juli 2015
Tribunnews.com

Maharani: Saya Waktu itu Lagi di Kamar Mandi

Sabtu, 18 Mei 2013 09:14 WIB

Maharani: Saya Waktu itu Lagi di Kamar Mandi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Maharani Suciono

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Maharani Suciyono akhirnya mengakui uang Rp 10 juta yang diterimanya dari Ahmad Fathanah di Hotel Le Meridien, Jakarta, pada 29 Januari lalu adalah bayaran untuk pelayanan seks.

Namun uang itu disita petugas Komisi Pemberantasan Korupsi yang menagkap keduanya saat dalam kondisi telanjang di dalam kamar hotel. Pengakuan itu disampaikan Maharani saat menjadi saksi perkara suap impor daging sapi Kementerian Pertanian dengan terdakwa dua direktur dari PT Indoguna Utama, Arya Abdi Effendy alias Dio dan Juard Effendi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (17/5).

Semula, Rani, sapaan untuk Maharani, menjawab pertanyaan majelis hakim tentang maksud dan tujuan keberadaannya bersama Fathanah di hotel bilangan Tanah Abang itu. Rani mengaku datang ke hotel itu atas permintaan Fathanah. Ini pertemuan pertama mereka, setelah berkenalan di salah satu mal di Jakarta. Saat itu, Fathanah meminta Rani datang ke hotel itu dengan alasan ingin berkenalan lebih lanjut.

"Saya diminta datang, datangnya jam 5 sore. Saya rumahnya di Condet. Waktu itu saya sedang di rumah teman saya. Sampai di sana (hotel) jam setengah 7-an, pokoknya jam 5 lewat. Lalu ketemu Pak Ahmad Fathanah di kafe dan berbincang-bincang sebentar, lalu dia mengajak saya ke kamar. Di sana, tidak lama, penyidik KPK datang," ujar Rani.

Tak lama berbincang di kafe hotel lantai dasar, Fathanah mengajak Rani naik ke lantai 17, ke kamar 1740. Setelah beberapa lama di dalam kamar itu, tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dan menangkap keduanya.

"(Yang terjadi di kamar saat ditangkap) yang ditanyai penyidik KPK itu Pak Ahmad Fathanah. Dia yang buka pintu. Saya waktu itu lagi di kamar mandi," kata Rani seraya mengaku lupa berapa lama sudah berada dengan Fathanah di kamar itu.

Selanjutnya tim, KPK itu mengamankan sejumlah barang miliknya, seperti tas, telepon seluler, serta uang Rp 10 juta yang berada di dalam dompetnya. "Dikasih sama Pak Ahmad," jawab Rani saat ditanya hakim asal uang Rp 10 juta tersebut.

Halaman123
Editor: Rachmat Hidayat
Sumber: Tribun Jakarta
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas