• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribunnews.com

Rekaman Suara Luthfi: Ana Kirain Ente Mau Kirim Lima Ratus Lima Puluh

Sabtu, 18 Mei 2013 07:32 WIB
Rekaman Suara Luthfi: Ana Kirain Ente Mau Kirim Lima Ratus Lima Puluh
/henry lopulalan
SIDANG IMPOR SAPI : Menteri Pertanian Suswono, Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaq setelah mengucap sumaph sebelum memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus korupsi penambahan kuota impor sapi dengan tersangak Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor), Jakarta, Jumat (17/5). Dalam sidang ini selain menghadirkan Menteri Pertanian Suswono, Ahmad Fathanah dan Luthfi Hasan Ishaq juga menghadirkan wanita Cantik Maharani Suciyono yang turut tertangkap dalam oprasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.-----------Warta Kota/henry lopulalan 

Tribunnews.com, Jakarta — Tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi memutar rekaman percakapan telepon antara mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq dengan orang dekatnya, Ahmad Fathanah, dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Jumat (17/5/2013).

Melalui salah satu rekaman yang diputarkan, terungkap adanya rencana pemberian uang 40.000 dollar AS kepada Luthfi dari Fathanah.

"Mau dibawa ke mana nganter ini yang empat puluh ribu dollar?" kata Fathanah kepada Luthfi seperti yang disebutkan dalam rekaman.

Belum diketahui terkait urusan apa uang 40.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta itu diberikan kepada Luthfi.

"Iya, dua ratus lima puluh sudah transfer ke itu, siapa itu, dua ratus lima puluh juta, transfer," kata Fathanah lagi dalam rekaman pembicaraan tersebut.

Menurut rekaman pembicaraan itu, Luthfi meminta agar uangnya diantarkan ke kantor DPP PKS, TB Simatupang, Jakarta. "Ana lagi di DPP. Jam satu baru mau meninggalkan DPP," ujar Luthfi kepada Fathanah.

Fathanah pun sepakat dengan mengatakan, "Ana usahakan deh, kalau lewat DPP, lewat DPP, anak tinggalin, langsung jalan nih."

Berdasarkan rekaman pembicaraan itu, Luthfi terdengar menawar. Luthfi mengira Fathanah akan mengirimkan lebih dari 40.000 dollar AS. "Ana kirain ente mau kirim lima ratus lima puluh," ujar Luthfi dalam rekaman tersebut.

Fathanah pun menimpalinya dengan mengatakan kalau dia bisa jadi rugi. "Eh, jadi ana rugi. Ini bisa bisa, bisa bisa gunung antum ini, gunung antum ini, nanti ana kasih tau, gunung antum bisa meledak lho. Artinya betul-betul nggak ada pemasukan di antum. Trus korek korek korek korek korek korek akhirnya, akhirnya meledak sendiri deh. Nggak kayak bisa tidur lagi di rumah," tutur Fathanah dalam rekaman tersebut.

Seolah takut, Luthfi menjawab Fathanah, "Enggak.. Enggak..yang yang yang dulu kan potong pajak dua puluh lima persen. Kalau yang sekarang.... Haha...," ujarnya.

"Ya Allah, ini pajak kali ini, pajak preman, ya akhi. Ini pajak preman ini," timpal Fathanah. "Ya sudah, ana jam satu berangkat, kalau mau ke sini sebelum jam satu ya," kata Luthfi lagi.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
5 KOMENTAR
1799092 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Jack Sparrow-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    Mari Kita Menuju Rakyat Indonesia Sejahtera seluruhnya dengan http://juditogelonline.blogspot.com keuntungannya berupa diskon hingga 65% dan bisa beli togel tanpa keluar rumah
  • ember bocor halus-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    Parpol ya kumpulan politisi. Bukan
    kumpulan ustadz. So, Idealisme
    cuman alat keruk uang doang buat
    nambah istri, gaya hidup, juga buat
    kasih makan anak
  • wawa-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    hai para komentator cari dong berita yg lebih berimbang, cerdas dikit napa?
    tetep saja kebenaran akan terungkap #bebaskan LHI
  • M. Zen-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    Memang knyataannya sudah
    sperti ini, tolong PKS
    jelaskan ke ummat, kalo
    sudah bgini ummat kecewa,
    KECEWA BESAR....
  • M. Zen-Sabtu, 18 Mei 2013 Laporkan
    Apa mau dikata, mau tidak
    percaya, bgini
    knyataannya, سُبْحَانَ اللّهُ
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas