• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 27 Juli 2014
Tribunnews.com

Aiptu Labora Ditahan di Polda Papua untuk Permudah Penyidikan

Senin, 20 Mei 2013 13:03 WIB
Aiptu Labora Ditahan di Polda Papua untuk Permudah Penyidikan
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus (kiri) saat memberikan penjelasan kepada wartawan di kantor Pembela Kesatuan Tanah Air (Pekat), Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2013). Labora Sitorus memberikan keterangan terkait kepemilikan rekening sebesar Rp 1,5 triliun. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan wartawan tribunnews.com : Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Penyidik gabungan Bareskrim Polri dan Polda Papua memutuskan untuk menahan Aiptu Labora Sitorus di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Papua.

Demikian diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013).

"Untuk efektifnya penyidikan terhadap LS (Labora Sitorus), tadi pagi LS diberangkatkan ke Papua bersama dari penyidik Bareskrim dan penyidik dari Polda Papua yang sudah hadir kemarin," ungkap Boy.

Terangnya tadi pagi dengan penerbangan pertama Aiptu Labora telah diberangkatkan ke Papau dan akan ditempatkan di Rutan Polda Papua untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Jadi karena saksi banyak dari Sorong dan Raja Ampat maka tentu untuk lebih mudah mengkonfirmasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap LS, sehingga tepat penahanan LS di Jayapura Polda Papua," ungkapnya.

Diberitakan, Polda Papua telah menetapkan anggota Polres Raja Empat, Aiptu Labora Sitorus, sebagai tersangka kasus penimbunan BBM di Sorong dengan nama perusahaan PT Seno Adi Wijaya dan penyelundupan kayu dengan perusahaan PT Rotua. Dalam perkembangan penyidikan, Labora juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang terkait kedua perusahaan yang dikelola istrinya itu.

Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Labora bersama kuasa hukumnya terbang ke Jakarta. Dia meninggalkan tugasnya sebagai anggota Polres Raja Ampat tanpa izin pimpinannya.

Kemudian Labora digelandang ke Mabes Polri setelah mengadu ke Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Sabtu (18/5/2013). Penangkapan Labora terjadi sekitar pukul 20.15 di depan Gedung Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian yang bersebelahan dengan Gedung Kompolnas.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan temuannya, yakni Aiptu Labora melakukan transaksi keuangan mencurigakan selama lima tahun terakhir mencapai Rp 1,5 triliun.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Gusti Sawabi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1806191 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas