Kamis, 27 November 2014
Tribunnews.com

Darin Mumtazah Mengontrak di Rumah Pensiunan Kopassus

Rabu, 22 Mei 2013 12:31 WIB

Darin Mumtazah Mengontrak di Rumah Pensiunan Kopassus
Kompas.com
Rumah yang dikontrak Darin Mumtazah Rp 150 juta per tahun 

Tribunnews.com, Jakarta — Darin Mumtazah dan keluarganya baru delapan bulan menempati rumah kontrakannya saat ini, di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur. Darin adalah pelajar yang masuk dalam daftar saksi kasus dugaan suap dan pencucian uang terkait kuota impor daging sapi. Ia telah dua kali dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi untuk tersangka kasus itu, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq.

Sekretaris RT kawasan tempat tinggal Darin, Yuni, mengungkapkan, sebelum pindah ke rumah ini, Darin diketahui mengontrak di kawasan Kebon Nanas yang bertarif Rp 600.000 per bulan. Sementara itu, rumah yang ditempatinya saat ini, dikontrak Rp150 juta untuk dua tahun.

"Ini rumah sebenarnya punya Pak Brahmana, pensiunan Kopassus. Dikontrakin sama keluarga Darin Rp 150 juta per dua tahun," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Rabu (22/5/2013).

Menurut Yuni yang rumahnya hanya berjarak sekitar 10 meter dari rumah Darin tersebut, perubahan kondisi ekonomi secara drastis yang terjadi pada keluarga Darin sempat menjadi bahan pembicaraan para tetangga. Tak hanya rumah, sejak pindah ke rumah itu, Darin dan keluarganya juga membeli sebuah mobil Nissan Livina yang digunakan untuk mengantarkan Darin ke sekolah.  

Rumah berpagar hijau itu telah dua bulan kosong. Yuni tak tahu ke mana Darin dan keluarganya pindah. Namun, ibunda Darin, Umi, sesekali masih mengunjungi rumah itu untuk memberi makan belasan kucing peliharaannya. 

Darin Mumtazah adalah seorang pelajar SMK di Jakarta Timur yang pernah dipanggil KPK sebagai saksi kasus dugaan pencucian uang Luthfi. Ia diduga punya hubungan dengan Luthfi. Menurut catatan Kompas.com, Darin kali pertama dipanggil KPK pada 12 April 2013. Saat itu, ia dipanggil sebagai saksi bersamaan dengan dua istri Luthfi, Sutiana Astika dan Lusi Tiarani Agustine. Mereka diperiksa sebagai saksi yang dianggap tahu seputar aliran aset Luthfi.

Karena tidak hadir, KPK pun menjadwalkan kembali pemanggilan Darin pada 17 Mei 2013. Namun, Darin kembali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK.

Belum diketahui persis sejauh mana hubungan Darin dengan Luthfi. Namun, saat dikonfirmasi, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, status Darin di surat panggilannya adalah seorang pelajar. Johan juga mengaku belum mendapat informasi apa ada aset Luthfi yang diatasnamakan Darin atau aliran dana Luthfi kepada pelajar SMK itu.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas