• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Letjen TNI Moeldoko Resmi Jadi KSAD

Rabu, 22 Mei 2013 16:46 WIB
Letjen TNI Moeldoko Resmi Jadi KSAD
NET
Letjen TNI Moeldoko 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Letnan Jenderal TNI Moeldoko resmi menjabat Kepala staf Angkatan Darat (KSAD), menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Rabu (22/5/2013).

Penetapan Moeldoko menjadi KSAD, tertuang dalam surat keputusan Surat Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 TNI Tahun 2013 tentang Pengangkatan KSAD dan pemberhentikan dengan hormat Pramono dari jabatannya sebagai KSAD.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melantik dan mengambil sumpah Moeldoko di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Hadir dalam acara pelantikan, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kasal Laksamana TNI Marsetio, Kasau Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia, serta sejumlah menteri dan kepala lembaga negara.

Pelantikan dilakukan setelah presiden mengumumkan memilih Letjen TNI Moeldoko sebagai KSAD, Senin (20/5/2013). Terhadap KSAD yang baru, presiden menyampaikan tujuh pesan khusus.

Pesan pertama, kata Pramono, melanjutkan kepemimpinan dan manajemen TNI, yang saat ini sudah berada di jalur yang benar.

TNI yang diharapkan oleh rakyat adalah TNI yang profesional. Karena itu, perlu adanya kemantapan dalam mengemban tugas yang dipikul negara pada TNI.

"Ini juga pesan dari presiden agar dilanjutkan, ditingkatkan, disempurnakan, baik dalam penyusunan kekuatan dan kemampuan, termasuk di dalamnya adalah moderenisasi alutsista yang sedang kita jalankan, khususnya TNI AD," tutur Pramono di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5/2013).

Hal ketiga yang disampaikan presiden, terkait masalah kesejahteraan prajurit dan keluarganya. Ini seiring dengan apa yang menjadi upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit dan keluarganya, yaitu dengan gaji yang selalu mengikuti perkembangan ekonomi.

"Juga perumahan, pendidikan, dan pembangunan markas-markas TNI di daerah-daerah," imbuh ipar SBY.

SBY juga berpesan agar kekuatan TNI memiliki kedekatan atau bersama-bersama rakyat.

"Beliau (Presiden) berpesan, lanjutkan apa yang sudah dikerjakan saat ini, karena tanpa bantuan rakyat, mungkin kita sulit menjadi kuat," tutur Pramono.

Presiden juga tidak lupa berpesan agar menjaga kekompakan internal TNI AD, TNI dengan rakyat dan TNI AL, TNI AU, serta Kepolisian. Pesan SBY selanjutnya, agar langkah-langkah dalam penertiban pengadaan alutsista dan keuangan, harus dilakukan transparan.

"Harus dilaksanakan secara transparan, terbuka. Sehingga, tidak ada kesan penggunaan anggaran yang kurang tepat. Ini harapan beliau, sehingga dalam hal ini tetap dilanjutkan oleh Jenderal Moeldoko," bebernya.

Menghadapi Pemilu 2014, presiden juga menekankan TNI AD netral dan tidak berpolitik praktis.

"Sebetulnya, ini sudah ditunjukkan saat pelaksanaan Pemilu 2009. Kalau 2009 bisa, kenapa 2014 tidak bisa? Itu ditekankan oleh beliau lagi, dengan harapan netralitas TNI AD tetap terjaga," cetusnya. (*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
2 KOMENTAR
1816761 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas