Jumat, 29 Mei 2015
Tribunnews.com

KPK: Anis Matta Perlu Didalami

Sabtu, 25 Mei 2013 10:38 WIB

KPK: Anis Matta Perlu Didalami
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran dana pencucian uang tersangka Ahmad Fathanah ke Presiden PKS, Anis Matta dan elit PKS lainnya. Aliran dana ini terkait suap dalam skandal penetapan kuota impor dagimg sapi di Kementan yang menyeret mantan Presiden PKS Luthfi hasan Ishaaq sebagai tersangka.

Intensifikasi penyelidikan KPK itu didasarkan bukti yang dihimpun penyidik maupun dari fakta persidangan suap Rp 1 miliar yang menyeret dua direktur PT Indoguna Utama (IU), Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor.

Juard dan Abdi didakwa memberi hadiah atau janji berupa uang Rp 1,3 miliar dari commitment fee Rp 40 miliar kepada anggota DPR, sekaligus Presiden PKS Luhtfi Hasan Ishaaq. Pemberian uang dilakukan melalui orang dekat Luhtfi, Ahmad Fathanah.

"Anis Matta perlu didalami dan sedang didalami," ungkap Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (24/5).
Busyro menjelaskan, berbagai upaya KPK mendalami dugaan Anis turut menerima aliran dana ini dengan membandingkan bukti-bukti yang telah diperoleh dengan bukti lainnya. "Bisa (melalui) saksi, bukti surat-surat dan rekaman-rekaman," tuturnya.

Apakah di antara pendalaman terkait tanah Anis Matta yang ditengarai memiliki kaitan dengan Fathanah? Busyro tak membantah. "Itu (tanah Anis Matta) terus, dan sedang didalami," tandas Busyro yang pernah menjabat Ketua Komisi Yudisial (KY) itu.

Seperti dilansir Tribun sebelumnya, Presiden PKS Anis Matta telah diperiksa KPK sebagai saksi Fathanah, Senin (13/5) lalu. Penyidik KPK mencecar Anis mengenai tanah miliknya di kawasan Jatiwaringin, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Pasalnya, salinan sertifikat tanah ditemukan dalam tas Fathanah. Anis mengakui, sertifikat itu terkait tanahnya dan telah dilaporkannya ke KPK. Tanah itu kemudian diserahkan ke adiknya, Zaldi Matta.

Halaman12345
Editor: Rachmat Hidayat
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas