Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Ketua PBNU: NU Perjuangkan Toleransi

Selasa, 28 Mei 2013 08:59 WIB

Ketua PBNU: NU Perjuangkan Toleransi
ist
Said Agil Siroj, Ketua Umum PBNU

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, mengatakan Indonesia saat  tengah mengalami krisis kepemimpinan. Diharapkan, dari semangat kembali ke pesantren, akan bisa dilahirkan pemimpin yang memiliki etos kerja baik.

Nahdlatul Ulama (NU), imbuhnya,  sebagai civil society terbesar yang memperingati hari lahirnya ke 90 tahun, semangat pesantren diusung sebagai ide besar dalam sumbangsih perbaikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Kembali ke pesantren juga dimaknai dengan adopsi semangat santri, sebutan siswa-siswa pesantren, dalam menjalani kehidupannya selama menimba ilmu. Selain ilmu agama, pesantren juga mengajarkan kemandirian, etika, dan pengabdian tanpa batas.

"Dari sana muncul etos kerja dan kebersamaan," ungkap Kiai Said dalam sambutannya pada peringatan 90 tahun hari lahirnya NU, Jakarta, Senin (27/5/2013) malam.

Kiai bergelar doktor lulusan Universitas Ummul Qura', Mekah, tersebut, menambahkan tidak hanya di penentuan lahirnya pemimpin amanah di waktu mendatang, melalui semangat kembali ke pesantren NU juga akan memperjuangkan terwujudnya toleransi yang lebih baik di tengah masyarakat.

"Sebagai organisasi kemasyarakatan keagamaan yang selalu menjunjung tinggi toleransi, dengan sendirinya NU akan memperjuangkan toleransi di tengah masyarakat yang sangat beragam, baik dari kacamatan agama, etnis, bahasa dan budaya," pungkas Kiai Said.

Puncak Harlah NU ke 90 digelar melalui tasyakur yang digelar di gedung Langen Palikrana, Pegadaian, Jakarta Pusat. Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua DPR RI Marzuki Alie, Menteri Koperasi Syarif Hasan, Mantan Ketua MK Mahfud MD, putra Presiden RI ke 3 Ilham Akbar Habibie, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Rachmat Hidayat

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas