• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 17 September 2014
Tribunnews.com

Lulus di Kedokteran Unair? Bersiap Saja Bayar Uang Kuliah Rp 25 Juta

Rabu, 29 Mei 2013 02:42 WIB
Lulus di Kedokteran Unair? Bersiap Saja Bayar Uang Kuliah Rp 25 Juta
net
Fakultas Kedokteran Unair 

Laporan Wartawan Surya, Musahadah

TRIBUNNEWS.COM – Calon mahasiswa yang lulus masuk Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga harus bersiap-siap mengeluarkan dana hingga Rp 25 juta rupiah per semester. Jumlah ini berdasarkan nilai uang kuliah tunggal (UKT) yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Bebudayaan Nomor 55 Tahun 2013.

Biaya kuliah di Fakultas kedokteran Unair meliputi tujuh kelompok, seperti jurusan lainnya. Kelompok pertama antara Rp 0 hingga Rp 500.000 per semester, kemudian Rp 1,250 juta, Rp 7,5 juta, Rp 15 juta, Rp 20 juta dan kelompok ketujuh Rp 25 juta per semester.

Angka Rp 25 juta per semester ini cukup fantastis, mengingat lulusan SNMPTN ini kebanyakan mahasiswa pintar dari keluarga sederhana. Berbeda dengan jalur kemitraan dan mandiri yang rata-rata ekonomi menengah ke atas.

Selain Pendidikan Dokter, tiga jurusan lain juga mematok angka fantastik di UKT-nya, yakni Pendidikan Dokter Gigi yang kelompok keenam UKT mencapai Rp 22,5 juta per semester. Kemudian Jurusan Pendidikan Bidan dan Kedokteran Hewan yang kelompok keenam mencapai Rp 16 juta per semester.

Wakil Rektor II Unair, M Nasih, mengakui UKT Rp 25 juta per semester itu memang dikhususkan untuk mahasiswa sangat kaya. “Kalau saya umpamakan itu kelasnya jenderal, jadi sepertinya ini hanya pajangan saja,” kata Nasih saat dihubungi surya.co.id (Tribunnews.com Network), Selasa malam (28/5/2013).

Diakui Nasih, pengalaman sebelumnya hampir tidak ada yang bisa melampaui angka itu. Paling-paling hanya ada satu mahasiswa. “Guyonan saya untuk kelompok enam ini daripada duit dipakai nikah lagi, ya lebih baik dipakai untuk biaya kuliah anaknya. Kan lebih bermanfaat,” ujarnya sambil tersenyum.

Dikatakan Nasih, dalam penentuan besaran UKT ditentukan pada penghasilan orang tua serta variabel lain seperti jenis pekerjaan orang tua, berapa tagihan listrik tiap bulan, berapa jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki.

Mahasiswa yang berasal dari keluarga berkecukupan masuk kelompok II hingga IV, sedangkan yang lebih mampu akan masuk ke kelompok V atau VI.

“Kriteria penghasilan orang tua akan kami publikasikan secepatnya. Namun yang jelas kami tidak akan membebani mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk mahasiswa yang masuk kelompok VI adalah mahasiswa yang orang tuanya berpenghasilan di atas Rp 20 juta per bulan,” tutur Nasih.

Terkait prosedur pembayaran, calon mahasiswa yang dinyatakan lulus Unair harus melapor dan mengisi sejumlah data seperti penghasilan orangtua dengan membuka website Unair. Data-data itu kemudian dimasukkan ke formula untuk menentukan calon mahasiswa masuk di kelompok mana. Setelah itu tim akan melakukan verifikasi kebenaran data-data tersebut. Baru kemudian diterbitkan nilai UKT yang harus dibayarkan per semesternya.

Nasih menjamin mahasiswa dari golongan ekonomi menengah ke bawah tidak bakal dibebani UKT yang tinggi. Ini disebabkan karena mereka akan mendapatkan bagian dari Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) yang diterima Unair. engan BOPTN ini sebagian biaya kuliah operasional perguruan tinggi ditanggung oleh pemerintah, sehingga mahasiswa hanya perlu membayar SOP (Sumbangan Operasional Pendidikan) saja.

“BOPTN ini akan kami berikan pada mahasiswa kurang mampu. Kalau mampu, ya bayar sendiri. Kami tidak memberlakukan subsidi silang,” tegasnya.

Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Surya
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
1 KOMENTAR
1841712 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • wijaya pranoto-Sabtu, 9 November 2013 Laporkan
    mari kita sukseskan program menuju Indonesia sejahtera dengan http://berjuditogel.blogspot.com dan nikmati diskon pembelian hingga 65%
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas