• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kementerian Sosial Gelar Safari Bakti Kesetiakawanan Sosial Pulau Terpencil

Senin, 3 Juni 2013 14:47 WIB
Kementerian Sosial Gelar Safari Bakti Kesetiakawanan Sosial Pulau Terpencil
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono (tengah), Menteri Agama, Suryadharma Ali (kanan), dan Menteri Sosial, Salim Segaf Al-Jufri (tiga kiri), saat melepas Ekspedisi Kesra Nusantara 2011 untuk wilayah barat Indonesia, di atas KRI Banda Aceh, di Kolinlamil TNI AL Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (7/8/2011). Ekspedisi yang berlangsung dari tanggal 7 hingga 27 Agustus bertujuan memberikan bantuan sosial, hiburan, pasar murah, dan penyuluhan untuk masyarakat di sembilan pulau terpencil di Provinsi Bangka Belitung, Kalimantan Barat, dan Kepulauan Riau. (tribunnews/herudin)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Sosial menggelar Safari Bakti Kesetiakawanan Sosial (SBKS) 2013 mulai 4 hingga 28 Juni 2013 atau selama 24 hari. Kegiatan ini bertujuan untuk menjangkau dan memerhatikan pulau-pulau terpencil.

Menteri Sosial RI, Salim Segaf Al-Jufri, mengatakan safari tersebut dilaksanakan mengingat letak geografis Indonesia yang terdiri atas kepulauan yang menyebabkan penanganan kemiskinan terkendala karena minim dan mahalnya sarana transportasi.

"Permasalahan kesejahteraan sosial tidak hanya terjadi di perkotaan saja tetapi juga terjadi di pulau-pulau khususnya pulau terluar yang tidak kalah banyaknya. Terlebih, Indonesia dengan 17.588 pulau, warga butuh perhatian pemerintah," kata Salim saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin (3/6/2013).

Safari kali ini akan menargetkan wilayah Waingapu, Pulau Solor, Pulau Wetar, Ambon, Pulau Haruku, Fakfak, dan Makassar. Menurut Salim, penetapan wilayah-wilayah sasaran safari tersebut atas kajian tim peneliti, TNI AL, dan Pemerintah Daerah.

Safari tersebut dilaksanakan juga berhubungan dengan kesetiakawanan sosial. Salim berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, permasalahan kesejahteraan sosial tertangani, masyarakat berketahanan sosial, masyarakat kuat secara ekonomi, serta pemerintah daerah peduli kesejahteraan sosial.

Selain SBKS, Kemensos juga telah melaksanakan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS RTLH) atau yang lebih dikenal dengan Bedah Kampung. Kegiatan ini telah dilaksanakan di 32 kabupaten/kota dengan 7.000 rumah layak huni yang dibangun sejak tahun 2012.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Dewi Agustina
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas