Teror Kelompok Santoso dan Bom Bunuh Diri Poso

Selasa, 4 Juni 2013 17:00 WIB

Teror Kelompok Santoso dan Bom Bunuh Diri Poso
ISTIMEWA
Wajah pelaku bom bunuh diri di Poso

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso diduga kuat dilakukan kelompok teroris yang dipimpin Santoso alias Abu Wardah. Kelompok Poso saat ini merupakan jaringan teroris yang terkuat setelah beberapa pentolan teroris jebolan Afghanistan dan Moro ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.

Tantangan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso memang langsung mengarah ke Densus 88 Antiteror dan polisi sejak keluarnya surat tantangan yang dikeluarkan resmi dari kelompok tersebut pada Oktober 2012.

Tantangan tersebut merupakan isyarat bahwa kelompok ini akan menjadikan polisi sebagai target mereka. Sebelum beredarnya surat tantangan tersebut dua anggota polisi atas nama Briptu Andi dari Satuan Reskrim Polres Poso dan Brigadir Sudirman yang bertugas di Polsek Poso Pesisir ditemukan tewas saat melakukan penyelidikan terkait jaringan teroris di daerah Dusun Taman Jeka, Poso, Sulawesi Tengah.

Tempat tersebut memang sudah beberapa kali dijadikan tempat pelatihan teror kelompok Santoso. Setelah itu, kepolisian mulai menyisir daerah Gunung Biru yang berada di wilayah Taman Jeka, Poso, Sulawesi Tengah. Dibantu TNI saat itu anggota Polri menyisir tempat latihan para teroris. Saat itu, ditemukan beberapa tempat latihan dan beberapa ranjau bom yang mematikan.

Beratnya medan yang harus disisir membuat kepolisian sulit mencari keberadaan kelompok tersebut. Sampai akhirnya aparat menemukan sebuah ladang milik masyarakat yang dijadikan tempat pelatihan kelompok ini. Sejumlah senjata api pun ditemukan saat itu dan ada beberapa orang yang ditangkap saat itu.

Pengejaran terus dilakukan sampai akhirnya kepolisian menemukan beberapa terduga teroris di perkampungan Poso Pesisir. Bahkan ada beberapa terduga teroris yang terpaksa harus dilumpuhkan karena melakukan perlawanan dengan melemparkan bom rakitan.

Halaman
123
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help