Rabu, 27 Mei 2015
Tribunnews.com

Pergantian Kapolri Dipercepat Bukan karena Timur Pradopo Mengecewakan

Rabu, 5 Juni 2013 21:09 WIB

Pergantian Kapolri Dipercepat Bukan karena Timur Pradopo Mengecewakan
DOK TRIBUNNEWS.COM
Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan memercepat pergantian Kapolri, pada Agustus mendatang.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo baru memasuki masa pensiun pada Januari 2014. Namun, Presiden SBY memercepat pergantian Kapolri menjadi tahun ini.

SBY menginginkan Kapolri baru segera dipilih, agar Kapolri terpilih nanti bisa segera menyiapkan pengamanan jelang Pemilu 2014.

Menurut Julian, keputusan ini memiliki pertimbangan demi kelancaran tugas, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara.

"Kita tahu bahwa salah satu tugas kepolisian sebagai salah satu fungsi pemerintahan dan tentu sebagai alat negara, adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, di samping tentu menegakkan hukum, perlidungan, dan pengayoman pelayanan masyarakat," ujar Julian kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

"Jadi, atas dasar pertimbangan itu sebagai amanat UU No 2 Tahun 2002, pergantian kapolri dilaksanan tahun ini," jelasnya.

Karena itu, Julian menentang bahwa dipercepatnya pergantian Kapolri, karena Presiden SBY kecewa dengan kinerja Jenderal Timur Pradopo. Apalagi, menurutnya, sejauh ini kinerja Timur Pradopo sebagai Kapolri sangat memuaskan.

Halaman12
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas