Pilot Melebihi Jam Terbang akan Didenda

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mendenda pilot yang ketahuan terbang melebihi jam terbang yang diizinkan.

Pilot Melebihi Jam Terbang akan Didenda
NET
ILUSTRASI

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengurangi kecelakaan pesawat udara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan mendenda pilot yang ketahuan terbang melebihi jam terbang yang diizinkan.

Peraturan tersebut diharapkan menjadi Peraturan Pemerintah (PP), dan mengatur tentang besaran denda bagi pilot-pilot nakal.

"Pemerintah akan mengeluarkan aturan denda. Besaran dendanya, kami lihat gaji si pilot agar selanjutnya tidak lalai," ujar Capt Avirianto, Kasubdit Operasi Pengawasan Pesawat Udara Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, di Hotel JW. Marriot, Jakarta, Rabu (5/6/2013).

Besaran denda, kata Avirianto, masih menunggu munculnya PP tersebut. Pada 2013, sebanyak 70 pilot mendapat sanksi. 10 persen merupakan pilot asing, sementara 30 pilot lainnya dari maskapai yang sudah bangkrut.

Peraturan denda, lanjutnya, sudah disosialisasikan ke maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia. Banyak maskapai yang kaget, karena selama ini tidak ada sanksi untuk pilot.

Menurut Avirianto, jam terbang pilot normal adalah sembilan jam sehari, atau 50 jam seminggu, 110 jam sebulan, dan 1.050 jam setahun.

"Nah, pilot yang sering kecelakaan, paling banyak melebihi batas jam terbang. Kemarin malah ada setahun jam terbangnya kelebihan 500 jam. Kebanyakan, yang melanggar pilot lokal," ungkapnya.

Kelebihan jam terbang, papar Avirianto, merupakan kebiasaan pilot yang tergiur uang. (*)

Tags
pilot
Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help