• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribunnews.com

Kongres Relawan Sedunia Dorong Jokowi Jadi Capres

Sabtu, 8 Juni 2013 14:30 WIB
Kongres Relawan Sedunia Dorong Jokowi Jadi Capres
Muhammad Zulfikar/Tribun Jakarta
Megawati dan Joko Widodo memegang kain bertuliskan Megawati Soekarno Putri Presiden 2014-2019 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah gerakan mendukung Gubernur Jakarta Jokowi untuk menjadi calon presiden 2014 tak hanya merambah dunia maya. Kini muncul gerakan nyata mendukung Jokowi lewat Kongres Relawan Jokowi Sedunia.

Panitia di Jakarta, Sihol Manullang kepada Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (8/6/2013) mengaku, Kongres ini digelar berangkat dari gerakan nurani, berbekal patungan teman-teman untuk mendesak Jokowi dicalonkan sebagai Presiden RI.

"Semua daerah ingin sentuhan Jokowi. Maka Jokowi harus menjadi 'gubernur untuk seluruh Indonesia.' Jabatan gubernur untuk seluruh Indonesia adalah bahasa rakyat yang tidak tahu politik, enggak mengerti apa-apa," kata Sihol.

Sihol mengaku, banyak sekali grup pendukung Jokowi di media sosial seperti facebook. Ia mengaku ikut dalam grup FB Jokowi Presiden RI. Menurutnya, Kongres adalah proses migrasi gerakan di media sosial menjadi gerakan nyata, merujuk pengalaman revolusi Mesir yang digerakkan dari FB.

"Ini tak terkait partai sama sekali. Kami termasuk kelompok yang meragukan partai. Orang tertentu juga tidak. Hanya kami lingkungan kecil saja. Percayalah. Kalau anda tahu bagaimana kami patungan, saya yakin anda akan terharu," katanya.

Sihol menceritakan bagaimana perwujudan Kongres ini diawali dengan meminta peserta membawa makanan sendiri, dan makanan ringan lainnya. Snack yang terkumpul kemudian dibagikan dan dirasakan sesama peserta. Selanjutnya antarpeserta patungan.

Rencananya Kongres Relawan Jokowi Sedunia akan menggelar konferensi pers di Restoran Camoe-camoe, Gedung Blossoms, Lantai 2, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, pada Senin (10/6/2013), pukul 12.00 WIB,

"Ayo dukung gerakan ini sebelum Indonesia bertambah hancur. Banyak orang bilang, Jokowi maju pada 2019 saja. Tapi, apa risiko kalau tunggu 2019? Indonesia akan keburu hancur lebur. Apa rela?" katanya.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas