Jumat, 3 Juli 2015
Tribunnews.com

KPK: Dada Rosada Bisa Jadi Tersangka

Senin, 10 Juni 2013 18:00 WIB

KPK: Dada Rosada Bisa Jadi Tersangka
TRIBUN/DANY PERMANA
Walikota Bandung, Dada Rosada (tangah), gagal diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK Jakarta karena sakit, Jumat (7/6/2013). Dada diperiksa terkait kasus dugaan penerimaan hadiah penanganan perkara dana bantuan sosial Pemkot Bandung di Pengadilan Tindak Pidana Tipikor Bandung, yang melibatkan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setiabudhi Tedjocahyono. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui juru bicaranya, Johan Budi telah mendapat keterangan penting dari sejumlah saksi terkait pengembangan penyidikan kasus suap hakim Setyabudi Tedjocahyono dalam kaitan perkara Bansos Pemkot Bandung.

Keterangan itu, salah satunya berasal dari pemeriksaan mantan Sekda Pemkot Bandung Edi Siswadi. Selain itu, kata Johan, keterangan Edi juga sangat penting untuk pemberkasan para penyidikan para tersangka.

"Informasi ini sangat membantu penyidik untuk menuntaskan kasus ini. Kalau ada pihak lain yang terlibat tentu ditindak," kata Johan Budi di kantor KPK, Jakarta, Senin (10/6/2013).

Penyidik kata Johan tengah memburu keterlibatan pihak-pihak lain, yang diduga terlibat kasus tersebut. Baik yang terindikasi menerima suap maupun yang memberinya.

Sebelumnya, Edi Siswadi usai diperiksa KPK mengungkapkan adanya keterlibatan Wali Kota Bandung, Dada Rosada dalam kasus suap tersebut. Hal ini menguatkan dugaan-dugaan yang ditelusuri KPK terhadap orang nomor satu di Bumi Parahiyangan tersebut.

Diterangkan Edi, Dada memang orang uang memerintahkan sejumlah kepala Dinas untuk mengumpulkan sejumlah uang. Dana itu diduga untuk menyuap hakim PN Bandung Setyabudi Tedjocahyono agar memuluskan perkara Bansos Pemkot Bandung, yang telah menyeret sembilan orang terdakwa tidak meluas.

"Ya seperti itulah (pengumpulan atas perintah Dada Rosada)" kata Edi saat ditanya wartawan usai menjalani pemeriksaan di kantor KPK, Senin (10/6/2013).

Halaman123
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas