Minggu, 1 Maret 2015
Tribunnews.com

KPK akan Kasasi atas Putusan Angelina Sondakh

Sabtu, 15 Juni 2013 13:40 WIB

KPK akan Kasasi atas Putusan Angelina Sondakh
TRIBUN/DANY PERMANA
Angelina Sondakh

Tribunnews.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi kemungkinan akan mengajukan upaya hukum kasasi atas putusan banding majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang tidak mengubah lama hukuman anggota mantan Dewan Perwakilan Rakyat Angelina Sondakh.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan, KPK akan menempuh upaya kasasi jika berbagai alasan yang diajukan tim jaksa penuntut umum KPK belum diterima pengadilan banding. “Saya menduga, jika berbagai alasan yang diajukan belum diterima oleh pengadilan banding, maka kemungkinan besar akan diajukan upaya hukum kasasi,” kata Bambang melalui pesan singkat yang diterima Kompas.com, Sabtu (15/6/2013).

Kendati demikian, Bambang mengatakan bahwa pimpinan KPK belum mendapatkan laporan dari tim jaksa penuntut umum mengenai hasil banding tersebut.

Seperti diberitakan, upaya KPK untuk memperberat hukuman Angelina alias Angie tidak membuahkan hasil pada tingkat kedua (banding).

Majelis hakim PT DKI Jakarta menjatuhkan putusan banding yang memperkuat putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Dengan demikian, Angie tetap divonis empat tahun enam bulan penjara dalam kasus korupsi anggaran proyek pendidikan tinggi di Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

Putusan banding Angie ini diambil majelis hakim PT DKI Jakarta yang terdiri dari Ketua Majelis Hakim Pudjiwahono serta anggota majelis hakim, yakni Asnahwati, As’adi Al Ma’ruf, Sudiro, serta Amiek Sumindriyatmi pada 22 Mei 2013. Saat itu majelis hakim tersebut menilai, pertimbangan majelis hakim tingkat pertama sudah benar sehingga harus dikuatkan.

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor menjatuhkan vonis empat tahun enam bulan penjara ditambah denda Rp 250 juta subsider kurungan enam bulan kepada Angie. Hakim menilai, Angie terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara berlanjut dengan menerima pemberian berupa uang senilai total Rp 2,5 miliar dan 1.200.000 dollar Amerika dari Grup Permai.

Halaman12
Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas