• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribunnews.com

Dapil Dicoret, Gerindra Ajukan Sengketa ke Bawaslu

Senin, 17 Juni 2013 12:45 WIB
Dapil Dicoret, Gerindra Ajukan Sengketa ke Bawaslu
ist
Gerindra

TRIBUNnews.com, JAKARTA - Partai Gerindra mengajukan sengketa pemilu ke Badan Pengawas Pemilu terkait digugurkannya keterwakilan calon DPR RI daerah pemilihan Jawa Barat IX. Sebelumnya Bawaslu sudah memediasi antara KPU dan Gerindra.

Hasil mediasi administrasi pada Minggu (16/6/2013), Bawaslu menyerahkan soal kasus pencoretan dapil Jabar IX diserahkan ke Gerindra untuk mengajukan sengketa pemilu jika tidak menerima hasilnya.

Rencananya, hari ini Gerindra akan mendaftarkan sengketa pemilu ke Bawaslu. "Ya kita akan tempuh lewat sengketa pemilu. Hari ini didaftarkan ke Bawaslu," ujar Wasekjen DPP Gerindra Abdul Harris Bobihoe saat dihubungi di Jakarta, Senin (17/6/2013).

Ketua Bawaslu, Muhammad saat dihubungi di Jakarta, kemarin menegaskan, pihaknya sudah merekomendasi agar Gerindra menyelesaikan sengketa dengan PKPI dan KPU.

"Terkait pencoretan dapil itu, kami dari Bawaslu merekomendasikan antara peserta pemilu yakni Gerindra berbicara dengan KPU. Kalau misalnya, nanti deadlock, silakan Gerindra mengadukan ke Bawaslu untuk sidang sengketa," terang Muhammad.

Menurut Muhammad, penyelesaian soal pengguguran dapil Gerindra yang mengadukan KPU ke Bawaslu diselesaikan lewat mediasi. Namun, jika KPU tetap pada keputusannya, Gerindra yang tidak terima harus mengajukan sengketa tidak lebih tiga hari setelah rekomendasi Bawaslu turun.

"Kalau partai mendaftarkan sebagai aduan sengketa pemilu, Bawaslu akan menyelesaikan masalah itu dengan sengketa. Dalam UU keputusan Bawaslu nanti soal sengketa pemilu bersifat final dan mengikat," katanya lagi.

Tapi, ketika waktu tiga hari tidak digunakan Gerindra untuk mengadukan sengketa ke Bawaslu setelah rekomendasi diputuskan, maka Gerindra dianggap menerima pengguguran keterwakilan calonnya di dapil Jabar IX.

Hasil keputusan tempo hari, KPU menggugurkan keterwakilan calon anggota DPR RI dari Gerindra dapil Jabar IX karena satu caleg perempuannya juga terdaftar di dapil Jabar V dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia atau PKPI.

Karenanya, KPU memutuskan pencalonan caleg perempuan tersebut baik di Gerindra dan PKPI. Ketika namanya digugurkan karena tidak memenuhi syarat atau TMS, berimplikasi pada kurangnya kuota 30 persen perempuan untuk Gerindra di dapil Jabar IX dan PKPI di dapil Jabar V.

Konsekuensi dari kurangnya keterwakilan 30 persen perempuan ini, KPU dengan berat hati dan sesuai Peraturan KPU, harus menggugurkan keterwakilan calon Gerindra di dapil Jabar IX dan PKPI di dapil Jabar V.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Gusti Sawabi
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas