• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 26 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kenaikan Harga BBM Memperburuk Ekonomi Indonesia

Senin, 17 Juni 2013 11:13 WIB
Kenaikan Harga BBM Memperburuk Ekonomi Indonesia
/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
TOLAK KENAIKAN HARGA BBM - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung mengacungkan sepatu saat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jumat (14/6). Dalam aksinya, mereka menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diwacanakan pemerintah pada akhir Juni 2013 nanti, karena dinilai tidak pro rakyat. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota DPR Komisi XI Ecky Awal Mucharam menjelaskan kenaikan harga bahan bakar minyak(BBM)bersubsidi tidak mempengaruhi perekonomian negara. Ecky mengacu pada perekonomian tahun lalu dimana harga BBM bersubsidi tidak jadi naik, namun pertumbuhan ekonomi mencapai 6,23 persen.

Ecky menjelaskan saat ini perekonomian Indonesia sedang menurun, akibat melemahnya rupiah dan menurunnya IHSG. Menurut Ecky dengan adanya kenaikan harga BBM bersubsidi akan memperburuk kondisi ekonomi Indonesia.

"Kondisi makro akan jadi lebih parah, padahal tahun lalu pemerintah tak menaikan harga BBM tapi kita selamat," ujar anggota DPR dari fraksi PKS tersebut, di gedung DPR, Senin (17/6/2013).

Jika harga BBM bersubsidi dinaikkan, PKS menilai pemerintah yang menggagalkan target pertumbuhan ekonomi. Menurut Ecky kenaikan harga BBM menimbulkan dampak pada inflasi dan pelemahan kurs mata uang rupiah.

"Sekarang inflasi tenang, nanti gonjang ganjing, inflasi jadi naik, padahal sebelumnya tenang-tenang aja," jelas Ecky.

Saat ini hanya ada tiga fraksi yang menolak kenaikan harga BBM bersubsidi, yakni PKS, Hanura, dan PDI-P. Kendati tiga fraksi tidak setuju, namun pemerintah berhak menaikkan harga BBM bersubsidi.

Pemerintah menunggu menaikkan harga BBM bersubsidi jika postur APBN-P 2013 yang menyangkut anggaran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) disetujui. Pasalnya untuk menaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah ingin menyiapkan bantuan sosial berupa BLSM tersebut, sebagai kompensasi untuk masyarakat miskin.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Willy Widianto
1 KOMENTAR
1915481 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • Rian Mahatir Muhamad-Senin, 17 Juni 2013 Laporkan
    klau mnrut sya pemerintah ngak usah menaikan harga bbm,tapi harusnya pemerintah hanya menaikan bbm khusus untuk kalangan elite sja?jdi pertamina mengunakan opsi harga bbm khusus klangan menengah kebawah & klangan elite. Bner ngak srannya!
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas