Pemilu 2014

Biaya Pemilu 2014 Dua Kali Lipat Pemilu 2009

Rp 16 T akan digunakan untuk keperluan penyelenggaraan Pemilu 2014. Dana tersebut dua kali lipat dari Pemilu 2009 berjumlah Rp 8,5 T.

Biaya Pemilu 2014 Dua Kali Lipat Pemilu 2009
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Sebanyak Rp 16 Triliun akan digunakan untuk keperluan penyelenggaraan Pemilu 2014. Dana tersebut dua kali lipat jumlahnya dari Pemilu 2009 yang berjumlah Rp 8,5 Triliun.

Dana yang sedemikian besar harus diawasi penggunannya dan harus diumumkan kepada masyarakat supaya transparan. Untuk mewujudkan Pemilu yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan maka tiga LSM penggiat Pemilu yakni Lima Indonesia, Sigma Indonesia, dan Seknas Fitra mengajukan permohonan informasi penggunaan dana penyelenggara Pemilu ke Bawaslu dan KPU.

" Dana awal ini saja telah melampaui dana yang digunakan untuk keseluruhan pelaksanaan Pemilu 2009. Sejauh ini, informasi penggunaan dana negara yang sedemikian besar itu tak terdengar kemana saja digunakan," ujar Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), saat beraudiensi dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Dikatakan Ray, permintaan transparansi dana tersebut berupa informasi penggunaan dana operasional penyelenggara Pemilu khususnya dana yang digunakan pada tahun 2012 dan yang kini berjalan.

Informasi transparansi KPU dan Bawaslu tersebut mutlak diperlukan sebagai contoh kepada peserta Pemilu tentang bagaimana dana negara dikelola dengan prinsip efisiensi, tepat guna, murah dan transparan.

"Tentu saja KPU dan Bawaslu akan dapat kehilangan hak moral untuk menjadi wasit yang adil dalam pelaksanaan pengawasan dana kampanye peserta Pemilu bila Bawaslu dan KPU juga tidak menerapkan prinsip pengelolaan dana negara," terang Ray.

Ada pun permintaan informasi yang diajukan tiga LSM tersebut adalah:
1. Rincian daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Bawaslu/KPU Tahun 2013
2. Rincian pertanggungjawaban anggaran Bawaslu/KPU tahun 2012
3. Rincian rencana kerja anggaran (RKA) Bawaslu/KPU Tahun 2013.

Saat beraudiensi, tiga LSM tersebut diterima oleh Komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Gusti Sawabi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help