Selasa, 30 Juni 2015
Tribunnews.com

Terdakwa Rincikan Kronologi Elda Rayu Maria Tambah Kuota

Rabu, 19 Juni 2013 19:11 WIB

Terdakwa Rincikan Kronologi Elda Rayu Maria Tambah Kuota
WARTAKOTA/Henry Lopulalan
Terdakwa kasus suap kuota impor daging sapi Direktur PT. Indoguna Utama Arya Abdi Effendi (kiri) dan Juard Effendi (kanan) dalam sidang lanjutan dengan agenda tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/6/2013). JPU menuntut kedua terdakwa kasus suap kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian itu dengan hukuman 4,5 tahun dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan penjara. (WARTAKOTA/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi membuka kronologi pihaknya sampai terseret dalam pusara skandal penambahan kuota impor daging sapi di Kementan.

Dalam nota pembelaannya, yang dibacakan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (19/6/2013), terdakwa Juard memaparkan rinci bagaimana Elda Devianne Adhiningrat, mantan Ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia merayu beberapa pihak sampai PT Indoguna meyaniki bisa dibantu.

Juard mengatakan Elda alias Bunda adalah orang yang merayu Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, agar mau memasukkan permohonan penambahan kuota impor daging sapi pada 2012 ke Kementerian Pertanian.

Caranya, menurut Juard, Elda pertama kali menghubungi Ketua Asosiasi Importir Daging Sapi, Thomas Sembiring, guna mencari perusahaan yang mau menambah kuota impor daging sapi dengan bantuannya.

"Saat itu Elda mengatakan kepada Thomas dia memiliki jatah impor daging sebesar 10 ribu ton. Dia pun mengatakan mencari importir daging besar yang mau menambah kuota impor daging. Thomas mengatakan agar ditawarkan ke Indoguna Utama," kata Juard saat membacakan pledoi di hadapan majelis hakim.

Setelah itu, kata Juard, Elda lantas mencari kontak PT Indoguna Utama. Kebetulan, dia kenal sesesorang bernama Martha, yang merupakan teman Maria. Martha kemudian memperkenalkan Elda dengan Maria.

Saat pertemuan terjadi pertama kali, Elda sangat mengesankan Maria, karena siap memberikan bantuan dalam hal ini.

Halaman12
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas