• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribunnews.com

Program BLSM Bagi Warga Dinilai Tidak Tepat

Senin, 24 Juni 2013 00:07 WIB
Program BLSM Bagi Warga Dinilai Tidak Tepat
Warta Kota/Henry Lopulalan
Warga berunjuk rasa menuntut pengawasan penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (23/6/2013). Pengunjuk rasa menilai BLSM yang disalurkan selama empat bulan tersebut rawan diselewengkan dan dikorupsi dan jadi konsumsi politik. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kompensasi kenaikan harga BBM melalui program BLSM dinilai bukanlah solusi yang tepat bagi pemerintah. Diketahui pemerintah membuat program BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat) untuk mengantisipasi dampak kenaikan BBM di masyarakat.

"BLSM cuma jadi obat sementara tapi tidak mengobati," kata Wasekjen PPP Syaifullah Tamliha saat dihubungi wartawan, Minggu (23/6/2013).

Syaifullah mengatakan pemberian bantuan dana tersebut membuat kesan warga Indonesia sebagai tukang minta-minta. "Kalau di Australia  mereka yang mengganggur mendaapat uang," kata anggota Komisi I DPR itu.

Syaifullah mengaku lebih setuju bila BLSM dialokasikan untuk membantu pengusaha kecil menengah yang lebih produktif,  untuk pengembangan dunia usaha, sehingga masyarakat juga belajar mandiri.

"Solusinya cipatakan usaha yang lebih produktif untuk pengusaha kecil menengah, kasih pinjaman dengan  bunga 1 persen,   tanpa agunan," tuturnya.

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1942372 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • arachman-Rabu, 3 Juli 2013 Laporkan
    BLSM bantuan sementara untuk orang yang kaya bukan untuk orang miskin..seharusnya malu bagi orang yg menerimanya...ada apa dibalik semua ini..
  • wiji tukhul-Senin, 24 Juni 2013 Laporkan
    "kesan warga Indonesia sebagai tukang minta-minta", yang menciptakan kesan itu anda, mereka kan dikasih bukan minta2..lagian, subsidi itu kan hak rakyat kecil.
    mana yang lebih tidak mendidik, subsidi bbm yang dinikmati oleh sebagian besar pemakai kendara
  • Nurdin udin-Senin, 24 Juni 2013 Laporkan
    itu idenya bagus, tapi kenapa ga sama dgn praksi PPP di DPR , apa mau cari muka ma SBY.
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas