• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribunnews.com

Pengamat: PDIP-Golkar Koalisi Positif untuk Kemajuan Demokrasi Indonesia

Sabtu, 29 Juni 2013 21:19 WIB
Pengamat: PDIP-Golkar Koalisi Positif untuk Kemajuan Demokrasi Indonesia
NET
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, PDIP, Golkar, Gerindra, dan Demokrat diyakini akan masuk empat besar partai pemenang Pemilihan Umum 2014.

Sekitar 50-65 persen suara pemilih akan dikuasai dan dibagi oleh keempat partai tadi.

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies Andi Saiful Haq, PDIP berpeluang berkoalisi dengan Partai Golkar pada Pilpres 2014. Itu dilakukan PDIP bila menemui ganjalan saat hendak berkoalisi dengan Demokrat dan Gerindra.

"Ini sebenarnya positif bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. Akan ada koalisi pemerintahan dan oposisi yang sederhana dan efektif. Ini membuat demokrasi akan berjalan lebih stabil hingga 2019," ujar Saiful Haq dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (29/6/2013).

Untuk menggandeng Golkar, lanjut Saiful Haq, ganjalan ada pada figur Aburizal Bakrie, sang ketua umum yang sudah ditetapkan sebagai calon presiden.

Karena itu, PDIP yang diyakininya akan mengusung Joko Widodo, harus mencari tokoh Golkar lain untuk dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta.

"Tokoh (Golkar) tentu harus punya karakter yang cukup kuat, karena punya dua tugas berat sekaligus, mendampingi Jokowi dan memenangkan Munas Golkar 2015," tuturnya.

Menurut Saiful Haq, tokoh Golkar yang harus dibidik PDIP dan Jokowi harus berkarakter Proklamator RI Mohammad Hatta. Karena, bagi Saiful, pasangan paling ideal dalam politik nasional adalah Soekarno-Hatta. Soekarno asal Jawa, nasionalis, mengurus urusan dalam negeri sampai ke hati rakyat Indonesia.

"Sementara Hatta non-Jawa, diplomasi luar negerinya sangat kuat, disegani karena intelektualitasnya, dan juga orang yang sangat humanis. Mungkin figur Bung Hatta inilah yang harus ditemukan," paparnya.

Pentingnya PDIP dan Jokowi menggaet tokoh Golkar, sebelumnya juga disampaikan Jeffrie Geovanie, Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Ia menilai, koalisi PDIP harus mencari tokoh di luar Aburizal Bakrie usai pelaksanaan Munas Golkar 2015.

"Kalau itu terjadi, partai penguasa pasca-2014 adalah PDIP didukung Golkar dengan partai penyeimbang pemerintahan yang dipimpin Demokrat. Kita lihat saja, tidak lama lagi, satu tahun lagi," cetus Jeffrie. (*)

Penulis: Willy Widianto
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
3 KOMENTAR
1966111 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • suratno azalia-Minggu, 7 Juli 2013 Laporkan
    deokrat gak mungkin masuk 4 besar. kalau masuk hanya korupsinya doang. maka katakan tidak pada demokrat
  • jonaidisalad-Minggu, 7 Juli 2013 Laporkan
    ini partai pd tdk realitis dan pd mimpi,rakyat pilih pemimpin bukan pilih partai, rakyat tdk pernah merasa punya partai, apa rakyat diberi makan partai, rakyat kalau tdk makan ngak ada yg kasih.
  • Kriting-Selasa, 2 Juli 2013 Laporkan
    Rakyat lebih menunggu koalisi FIGUR daripada koalisi Parpol. Ingat the man behin the gun masbro !! Jokowi berkoalisi dengan siapa ya ?
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas