• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Tribunnews.com

Fahri Tuding Dipo Alam Dibalik Skenario Kasus LHI

Senin, 1 Juli 2013 17:46 WIB
Fahri Tuding Dipo Alam Dibalik Skenario Kasus LHI
TRIBUN/DANY PERMANA
Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (kiri) dipeluk Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah (kanan) usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan nota keberatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (1/7/2013). Luthfi diajukan ke pengadilan karena diduga terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementrian Pertanian. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah menuding Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam dibalik skenario menghancurkan PKS melalui dugaan suap impor sapi melibatkan Mantan Presiden PKS Lutfhi Hasan Ishaaq (LHI).

"Peran saudara Dipo Alam disini sangat besar sekali. Ini  kasus (LHI) otaknya Dipo Alam," kata Fahri di gedung DPR Jakarta, Senin (1/7/2013).

Fahri mengklaim memiliki data soal itu dan akan disampaikan ke wartawan pada saatnya nanti. "Sampai bagaimana laporan itu sampai ke KPK kita akan ungkap datanya. Kasus yang secara umum melibatkan LHI," kata Fahri.

Lanjut Fahri, dalam menjalankan aksinya Dipo Alam dibantu oknum di UKP4 sebagai mata-mata yang memiliki data-data lengkap.

"Akan ke arah sana temuannya ini.Kita secara riil menelisik perkara ini satu per satu. Kita akan ketemu pola operasi ini peradilan nanti, peradilan sesat ini dijalankan," kata Fahri.

Anggota Komisi III DPR ini menuding Yudi Setiawan dipakai oleh Dipo Alam untuk menjalankan aksinya.

"Dia ada hubungan kuat dengan salah satu kelompok yang bermasalah. Dia mencari perlindungan dan kelompok bermasalah ini pakai dia (Yudi Setiawan) untuk menghajar pihak lain," kata dia.

Untuk kasus PKS, Fahri menegaskan Yudi Setiawan juga ikut dipakai KPK menghancurkan PKS. "Ini berbahaya," kata dia.

Menurut dia kasus ini harus ditelisik satu per satu serta bagaimana pola skenario ini dijalankan.

"Negara ini, tumpul ke sekelompok orang, tajam ke sekelompok orang.

Ini soal penggalangan opini, yang perlu kemenangan opini. Bahaya kalau begini," kata Fahri.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
1972372 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas