Kasus Impor Daging Sapi

UU Pemberantasan Korupsi Tak Kenal Perdagangan Pengaruh

Penasihat Hukum Luthfi Hasan Ishaaq menilai jaksa KPK keliru menempatkan Luthfi sebagai penyelenggara negara atau pegawai

UU Pemberantasan Korupsi Tak Kenal Perdagangan Pengaruh
TRIBUN/DANY PERMANA
Terdakwa Luthfi Hasan Ishaaq (kiri) ditemani Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah (kanan) usai menjalani sidang dengan agenda pembacaan nota keberatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (1/7/2013). Luthfi diajukan ke pengadilan karena diduga terlibat dalam kasus suap kuota impor daging sapi di Kementrian Pertanian. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penasihat Hukum Luthfi Hasan Ishaaq menilai jaksa KPK keliru menempatkan Luthfi sebagai penyelenggara negara atau pegawai negeri dalam kaitan dugaan penerimaan hadiah pengurusan kuota impor daging sapi.

Meski, Lutfhi benar adalah anggota DPR, namun jabatannya tidak berhubungan dengan kebijakan memberikan rekomendasi, terlebih memutuskan peningkatan kuota impor daging sapi.

"Sehingga pasal yang didakwakan kepada terdakwa sama sekali tidak relevan," kata Zainuddin Paru saat membaca surat keberatan (Eksepsi) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (1/7/2013).

Sementara, perihal dugaan Jaksa yang menyatakan Luthfi telah menjual 'pengaruhnya', itu juga dikatakan Paru sangat keliru. Terlebih secara history pembuatannya, Undang-Undang Pemberantasan Korupsi tidak mengenal perdagangan pengaruh.

"Menurut Prof Dr Romli Atmasasmita, Guru Besar Hukum Pidana Universitas Padjajaran dan pernah sebagai anggota tim perumus UU Tipikor, mengatakan bahwa perbuatan 'mempengaruhi' tidak dikenal dalam Tipikor," kata Paru.

Seperti diketahui, dalam dakwaan Jaksa, Luthfi diduga menerima uang Rp 1,3 miliar dari Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman untuk mempengaruhi pejabat Kementan dalam merekomendasikan penambahan kuota impor daging sapi tahun 2013 di Kementan.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2017
About Us
Help