• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 16 April 2014
Tribunnews.com

Mau Kuliah Fleksibel? Masuk Universitas Terbuka Saja!

Selasa, 9 Juli 2013 20:24 WIB

TRIBUNNEWS.COM -- Buat mereka yang saat ini sedang bekerja dan berminat melanjutkan ke jenjang kuliah program S1, atau melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi ke program magister (S2) untuk menunjang karier, kerap menghadapi kendala menyangkut manajemen waktunya.

Mereka khawatir kesulitan membagi waktu antara untuk pekerjaan dan kuliah serta untuk waktu pribadi. Apalagi, buat mereka yang sudah berkeluarga. Memang, saat ini banyak perguruan tinggi yang menawarkan kuliah malam melalui program ekstensi yang bisa dijalani usai bekerja, tapi tetap saja harus mengalokasikan waktu buat datang ke kampus mengikuti perkuliahan.

Sebenarnya saat ini sudah ada solusi buat mereka yang menghadapi kendala semacam itu. Yakni, kuliah di Universitas Terbuka (UT). Banyak orang yang belum mengetahui bahwa menuntut ilmu di UT sama bagusnya dengan kuliah konvensional. Apalagi, UT berstatus perguruan tinggi negeri yang mutu pendidikan dikelola oleh pengajar berkompeten.

Prof Tian Belawati M Ed Ph D, Rektor UT dalam paparan videonya di sebuah seminar tentang sumber daya manusia di Kampus Universitas Terbuka, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, baru- baru ini mengatakan, UT adalah universitas berstatus negeri. Sifatnya yang terbuka, memungkinkan siapa saja bisa menjalani perkuliahan dengan sangat fleksibel, di mana saja dan kapan saja tanpa batasan usia. Juga, mahasiswa juga diberi fleksibilitas menyelesaikan perkuliahannya sampai selesai, menyesuaikan dengan kesibukan hariannya.

Didirikan Pemerintah Ri tahun 1984, UT bertujuan meningkatkan kapasitas dan akses kepada semua orang untuk menempuh pendidikan tinggi melalui sistem pembajaran yang fleksibel, yakni terbuka dan jarak jauh.

"Berapapun usia mahasiswa tidak dibatasi. Juga lama penyelesaian studi juga fleksibel mengikuti kemampuan mereka. Mahasiswa memiliki otonomi dalam melakukan proses pembelajarannya. Karenanya, UT cocok buat mereka yang sudah bekerja," kata Prof Tian.
Karena itu, pihaknya angat berkepentingan menyolisasikan fleksibilitas kuliah di UT kepada masyarakat luas. "Kami menawarkan banyak sekali program studi untuk membantu meningkatkan kompetensi dan kapabilitas SDM," ujar Prof Tian.

Kenapa harus UT padahal banyak lembaga pendidikan sejenis di luar? Pembantu Rektor IV UT DR Mohamad Yunus MA mengatakan, UT memungkinkan karyawan belajar secara fleksibel di manapun mereka bekerja. Saat pindah tugas yang mengharuskan dia pindah ke kota lain, bahkan ke luar negeri pun, mereka tetap bisa belajar tanpa perlu harus keluar dari pekerjaannya. Kami berkomitmen memberikan kualitas pendidikan yang mumpuni.

Menurut Yunus, kualitas perkuliahan di UT terkontrol baik karena sudah bersertifikasi dari banyak lembaga di dalam dan luar negeri, seperti Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dan lain-lain.

Dia menjelaskan, siapapun bisa menjadi mahasiswa UT asal lulus SMA (untuk menempuh pendidikan S1) dan lulus S1 untuk pendidikan S2. Model perkuliahan ala UT juga dikenal di negara lain. "Ada 70 negara yang memiliki sistem pendidikan terbuka," sebutnya.

Metode pemelajaran di UT menggunakan modul, yang terdiri dari modul cetak, modul non cetak dan multimedia. Sistem pembelajaran sangat menekankan pada kemandirian mahasiswa. Tidak ada pembatasan usia. UT pernah menerima pendaftaran mahasiswa UT berusia 68 tahun.

"Kami menyediakan beragam paket perkuliahan berupa paket plus, yakni sistem pembelajaran dengan tambahan paket tutorial dan tatap muka dan pelatihan. Ada juga paket biasa, yang tidak menyediakan paket pelatihan," ungkap Yunus.

Bagaimana dengan biaya kuliahnya? Menurut Yunus, biaya perkuliahan juga sangat terjangkau.
Biaya pendidikan per SKS per semester dipatok hanya Rp 35 ribu sampai Rp 50 ribu, bergantung jurusan yang dipilih. "Itu adalah biaya tunggal. Tidak ada biaya uang gedung dan lain-lain. Saat mendaftar hanya dikenai uang registrasi pertama Rp 75 ribu," sebut Yunus.

Sementara, untuk program magister (S2) per paket sampai lulus biayanya ditetapkan berkisar Rp 30 jutaan. Program pendidikan sarjana di UT saat ini terdiri dari Fakultas Ekonomi dengan jurusan Ekonomi Pembangunan, Manajemen dll. Lalu FISIP yang terdiri dari Administrasi Negara, Administrasi Niaga dan lain-lain. Fakultas lainnya yang tersedia di kampus ini antara lain Fakultas Hukum, FKIP, dan MIPA. Sementara untuk program S2 atau program magister, antara lain Magister Administrasi Publik. (choirul arifin)

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2004982 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas