• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 3 September 2014
Tribunnews.com

Muncul di Youtube, Polisi Minta Teroris Santoso Menyerahkan Diri

Rabu, 10 Juli 2013 07:36 WIB
Muncul di Youtube, Polisi Minta Teroris Santoso Menyerahkan Diri
Kompas.com/Dian Maharani
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar menunjukkan foto terduga teroris Abu Roban alias Untung Nangka alias Bambang di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2013). Abu Roban tewas dalam baku tembak dengan tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri di Batang, Kendal, Jawa Tengah, Rabu (8/5/2013). 

Tribunnews.com, Jakarta — Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih mengejar buronan kasus terorisme di Poso, Sulawesi Tengah, yakni Santoso alias Abu Wardah. Belum berhasil ditangkap, seseorang diduga Santoso malah muncul di Youtube. Polri pun meminta Santoso untuk menyerahkan diri.

"Sebaiknya Santoso menyerahkan diri pada Polri. Negara kita ini negara hukum. Jangan lagi melakukan teror," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar saat dihubungi, Selasa (9/7/2013).

Boy mengaku belum melihat video Santoso yang menyampaikan perlawanan terhadap Densus 88. Video tersebut diharapkan membantu detasemen berlambang burung hantu itu untuk mengejar para pelaku teror.

"Kita juga terus berupaya mengejar. Mudah-mudahan bisa terungkap nanti dari melihat video itu," kata Boy.

Santoso merupakan buronan teroris yang telah lama dicari pihak kepolisian. Santoso selalu disebut-sebut terlibat serangkaian aksi teror di Poso, Sulawesi Tengah, karena dia pernah memimpin pelatihan teror di sana. Salah satu keterlibatannya ialah aksi penembakan tiga anggota polisi di BCA, Palu, pada 25 Mei 2011.

Adapun video yang muncul di Youtube itu bernama "Seruan01" dan diunggah oleh akun Al Himmah pada 7 Juli 2013. Video itu diawali tampilan judul "Risalah kepada umat Islam di Kota Poso" dan tertulis nama Syaikh Abu Wardah Santoso.

Dalam video itu juga tertulis kelompok yang dipimpin Santoso yakni Mujahidin Indonesia Timur. Bagian awal sempat menampilkan jasad seseorang mengenakan pakaian TNI.

Dalam video berdurasi 6 menit 2 detik itu, seseorang yang diduga Santoso mengajak pengikutnya melawan Densus 88 yang selama ini telah menangkap anggota kelompok mereka.

"Antum (Anda) tidak perlu ragu ketika menghadapi Densus 88. Antum harus semangat," ujar seseorang yang diduga Santoso dalam video tersebut. 

Video itu terlihat diambil di tengah hutan dengan latar belakang pepohonan rindang. Dia ditemani dua orang yang mengenakan penutup muka dan memegang senjata laras panjang. Adapun Santoso hanya mengenakan pakaian hitam dan memegang senjata api.

Editor: Gusti Sawabi
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2005992 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas