Jumat, 30 Januari 2015
Tribunnews.com

Sebelum 2015, Profesi Guru Harus Lulusan S2

Minggu, 14 Juli 2013 14:57 WIB

Sebelum 2015, Profesi Guru Harus Lulusan S2
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah guru tengah berlatih menggunakan website Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online untuk penerimaan murid baru SMA Negeri yang akan dilaksanakan mulai 18 Juni mendatang, di Gedung Puslatdikjur, Jalan Budi Utomo, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2013) siang. Guru-guru tersebut berasal dari setiap SMA Negeri di Jakarta. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah memberi waktu hingga akhir 2015 agar memenuhi kualifikasi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Hingga akhir 2012, masih ada 1.034.080 orang guru yang kualifikasi pendidikannya di bawah S1 atau D4.

Hal tersebut dikatakan Setiawan Wangsaatmaja, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) dalam situs Setkab.

“Untuk memenuhi ketentuan kualifikasi minimal sebagaimana diamanatkan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Guru diberi waktu sampai dengan akhir tahun 2015 untuk memenuhi kualifikasi minimal S1 atau DIV,” ujar Setiawan, Minggu (14/7/2013).

Setiawan menjelaskan, guru dengan pendidikan di bawah S1 atau DIV khususnya yang telah menduduki pangkat Penata Tingkat I golongan ruang III/d atau pangkat yang lebih tinggi, sampai dengan periode kenaikan pangkat Oktober 2015 dapat diberi kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi sepanjang memenuhi persyaratan angka kredit yang ditentukan.

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 disebutkan, guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (Pasal 8). Kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana atau program diploma empat (Pasal 9).

Adapun mengenai sertifikat guru disebutkan dalam Pasal 11 UU No. 14/2005 itu, bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 diberikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi pendidik diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang memiliki program pengadaan tenaga kependidikan yang terakreditasi dan ditetapkan oleh Pemerintah (ayat 1,2).

Sementara ketentuan mengenai dosen tertuang dalam Pasal 45 UU No. 14/2005 itu, dosen memiliki kualifikasi akademik minimum: a. Lulusan program magister untuk program diploma atau program sarjana; dan b. Lulusan program doktor untuk program pascasarjana (ayat 2).

Halaman12
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: sanusi
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas