• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 2 Agustus 2014
Tribunnews.com

Pengamat: Teroris Tulungagung Jaringan Santoso di Poso

Senin, 22 Juli 2013 20:26 WIB
Pengamat: Teroris Tulungagung Jaringan Santoso di Poso
DOK TRIBUNNEWS.COM
ILUSTRASI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Noor Huda Ismail, pengamat intelijen dan terorisme mengatakan, empat teroris yang ditangkap Tim Densus 88 di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013), berasal dari jaringan Santoso di Poso.

"Mereka terkait jaringan Santoso di Poso," ungkap Huda kepada Tribunnews.com, Senin (22/7/2013).

Peran para terduga teroris yang dibekuk Densus hari ini di Tulungagung, mendukung logistik jaringan teroris Poso.

"Peran mereka adalah pendukung logistik dan rekrutment," ucapnya.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Unggung Cahyono mengatakan, empat terduga teroris yang disergap (dua di antaranya tewas ditembak) Tim Densus 88 di Tulungagung, Jawa Timur, Senin (22/7/2013), berasal dari jaringan Poso. Mereka telah dikuntit petugas selama hampir tiga bulan.

Irjen Unggung Cahyono menuturkan, selama pelarian, para terduga teroris terus berpindah–pindah tempat. Mulai dari Surabaya hingga beberapa daerah lain di Jawa Timur, seperti Lamongan, Magetan, serta terakhir Tulungagung. Selama pelariannya, mereka tidur di SPBU hingga musala.

"Kalau di Tulungagung, baru Sabtu kemarin mereka datang dan terus diawasi gerak-geriknya oleh petugas," papar Unggung yang datang langsung ke lokasi penyergapan di sebuah warung makan di Jalan Pahlawan, Kedungwaru, Tulungagung.

Unggung menambahkan, dua teroris berasal dari Medan, dan dua lainnya berasal dari Tulungagung. Keterlibatan warga Tulungagung, menurutnya, hanya sebagai penunjuk jalan serta pelaku penyembunyian para teroris. (*)

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2064291 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas