• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 22 September 2014
Tribunnews.com

Dinasti Politik Ratu Atut Mulai Disinggung

Rabu, 24 Juli 2013 17:05 WIB
Dinasti Politik Ratu Atut Mulai Disinggung
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah (kiri)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hubungan Gubernur Banten Ratu Atut Choisyah dengan Wakil Gubernur Rano Karno dikabarkan retak. Keretakan hubungan kedua orang berkuasa di Banten ini membawa cerita lama akan dinasti politik Ratu Atut di Banten yang sejak dulu dikritik banyak kalangan.

"Kalau bicara dinasti politik yang paling sempurna yang ada di Banten. Jadi kalau mau berguru soal dinasti politik ke Banten saja," kata anggota DPD RI dari Banten, Ahmad Subadri dalam diskusi  DPD dengan tema "Fenomena Politik Dinasti" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/7/2013).

Penelusuran Tribunnews.com Atut memiliki kakak kandung Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Kakak tiri Atut  Walikota Serang Tb Haerul Jaman. Kakak Ipar Atut  Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan anak tiri Wakil Bupati Pandeglang Heryani.  Sementara anak kandung Atut yakni Andika Haszrumy anggota DPD RI saat ini dan nanti akan jadi caleg DPR.  Adapun Hikmat Tomet merupakan suami dari Ratu Atut juga mencalonkan anggota DPR RI.

Menurut Ahmad, kondisi politik dinasti di Banten seperti ini tampaknya kurang mendapat perhatian warga masyarakat Banten.

"Buat mereka bupati baik atau tidak itu biasa saja. Toh kepentingannya dengan pemerintah hanya pada saat mengurus KTP, praktis nggak ada hubungan lain dengan pemerintah. Paling adapun kebutuhan pun dengan uang beres," ujar bekas calon walikota Tangerang ini.

Dia menegaskan politik dinasti berbahaya sebab menggunakan uang dan alat negara.

"Bagaimana membangun kekuatan ini bisa didapat dengan kapitalisasi APBN atau APBD. Adanya otonom baru juga untuk mengembangkan politik dinasti. Dan politik dinasti yang bahaya sekarang cenderung menutup kesempatan (kader lain memimpin), kalaupun terbuka kemungkinannya kecil," kata Ahmad.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
5 KOMENTAR
2073591 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
  • deni chandra-Minggu, 1 September 2013 Laporkan
    Musuh Marrisa Haque nih..kamseupayyy dweh cwiinn..gkgkgk
  • Entang-Sabtu, 10 Agustus 2013 Laporkan
    Lama Lama Lahan,Pabrik,Kantor ditangerang bisa milik Keluarga ATUT neh.....
    Jadi "BANTEN/TANGERANG KOTA ATUT"
  • Joko tuwo-Kamis, 25 Juli 2013 Laporkan
    pak sby juga gak berani komen, soalnya 11-12, hehehe.....
  • Bundera Mace-Kamis, 25 Juli 2013 Laporkan
    Demokrasi dan Otonomi Daerah sekarang bukannya memunculkan egaliter egaliter baru namun memunculkan feodal feodal baru. Menggunakan kekuasaan dan jabatannya untuk membentuk Politik Dinasti. Seharusnya selalu di-evaluasi dan segera dibuat formula formula b
  • Hendra Haz-Rabu, 24 Juli 2013 Laporkan
    Tolong Pendidikan di perhatikan, jangan hanya Masyarakat di Kota Tangerang yang bisa mendapatkan pendidikan Gratis sampai SMP bahkan SMA Negeri. banyak anak2 putus sekolah di tingkat Kabupaten karena tidak ada biaya padahal jarak rumah sekolah tidak terla
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas