Sabtu, 31 Januari 2015
Tribunnews.com

SBY Disadap di G20, Anggota DPR: Siapapun Jadi Presiden RI Pasti Disadap

Minggu, 28 Juli 2013 22:38 WIB

SBY Disadap di G20, Anggota DPR: Siapapun Jadi Presiden RI Pasti Disadap
Puspen TNI
Presiden RI Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, secara resmi mengukuhkan 44 orang Pengurus Pusat Lembaga Veteran Republik Indonesia (LVRI) masa Bhakti 2012-2017 yang terdiri dari 29 orang pengurus dewan pimpinan pusat LVRI dan 15 orang pengurus Dewan Pertimbangan Pusat (Wantimpus) LVRI, di Gedung Gatot Subroto, Mabes TNI, Cilangkap Jakarta, Senin (22/7/2013). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Susaningtyas Kertopati menyatakan Presiden Indonesia akan dimata-matai oleh negara lain.

"Siapapun jadi Presiden Indonesia pasti dimata-matai bukan hanya AS, sepanjang di negara kita ada kepentingan," kata wanita yang akrab disapa Nuning ketika dikonfirmasi, Minggu (28/7/2013).

Ia mengatakan kiprah intelijen asing di Indonesia bisa melalui berbagai cara seperti terselubung dan masuk dalam aktivitas kenegaraan.

"Itulah gunanya kita miliki deteksi dini dari intel kita yang piawai dan mumpuni," kata Politisi Hanura itu.

Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi I DPR lainnya Tantowi Yahya. Ia mengatakan kegiatan penyadapan adalah hal biasa yang dilakukan oleh negara-negara dalam rangka mendapatkan informasi dari negara yang menjadi target.

"Australia selalu menjadikan Indonesia sebagai saingan dan ancaman sekaligus," tutur Politisi Golkar itu.

Halaman123
Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Willy Widianto
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas