Jumat, 31 Juli 2015
Tribunnews.com

PKPU Alat Peraga Kampanye Dorong Bawaslu Giat Lakukan Pengawasan

Kamis, 15 Agustus 2013 15:31 WIB

PKPU Alat Peraga Kampanye Dorong Bawaslu Giat Lakukan Pengawasan
net
Bawaslu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merasa terdorong lebih tegas lagi melakukan pengawasan tentang sosialisasi kampanye, berikut pemasangan alat peraganya, setelah adanya Peraturan KPU yang mengatur itu semua.

"Keluarnya Peraturan KPU sudah memberikan batasan, itu sudah semakin baik dan membuat Bawaslu lebih tegas mengawasi pemilu ini. Jadi kita melihat ada pelanggaran kampanye langsung kita surati," ujar anggota Bawaslu, Nelson Simanjuntak di KPU, Jakarta, Kamis (15/8/2013).

Menurut Nelson, Bawaslu di daerah akan berkoordinasi dengan Pemda setempat terkait Peraturan KPU soal sosialisasi kampanye yang saat ini sedang disahkan Kementerian Hukum dan HAM. Namun sebelumnya harus ada koordinasi lebih dulu antara KPU dan Pemda soal pemasangan alat peraga.

"Kalau (zona pemasangan alat peraga) itu sudah definitif, pemasangan di luar itu akan dikenakan pelanggaran. Salah satu kriterianya adalah ketertiban umum, keindahan kota. Itu beberapa kriteria penempatan alat peraga," tegas Nelson.

Bawaslu mengusulkan, lanjut Nelson, pemasangan alat peraga semenstinya jangan terlalu individualistis, artinya hanya memuat foto diri seorang caleg. Karenanya partai politik harus memberi satu wadah alat peraga yang memuat seluruh calegnya di daerah pemilihan itu.

"Partai harus membikin alat peraga sama-sama calonnya. Untuk tempat strategis, partai membuat sama-sama alat peraga, kalau perlu Pemda dan KPU bisa memfasilitasi. Jadi itu bisa menunjukkan keadilan berkampanye, atau keadilan pemerintah memfasilitasi alat peraga," tukasnya.

Terkait sudah banyaknya alat peraga dari spanduk, baliho, billboard yang sudah tersebar di mana-mana, kata Nelson, jika melanggar harus diturunkan. Bawaslu harus mendata lebih dulu tempat yang menjadi lahan bertebarannya alat peraga.

Halaman12
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas