Kamis, 2 April 2015
Tribunnews.com

Senjata Api Tiga Peristiwa Penembakan Polisi Diduga Sama

Sabtu, 17 Agustus 2013 19:30 WIB

Senjata Api Tiga Peristiwa Penembakan Polisi Diduga Sama
Warta Kota/Alex Suban
Petugas Laboratorium Forensik Mabes Polri memeriksa lokasi penembakan terhadap dua anggota Polsek Pondok Aren di Jalan Graha Raya Bintaro, Pondok Aren, Tangerang, Banten, Sabtu (17/8/2013). Aipda Kus Hendratma tewas ditembak dua pelaku sementara Bripka Ahmad Maulana, tewas ditembak saat berusaha mengejar pelaku. (Warta Kota/alex suban) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-- Sudah tiga kali kasus penembakan polisi di wilayah Polda Metro Jaya dalam satu bulan terakhir. Diduga kuat peluru yang menembus tubuh Aipda Patah Saktiyono, Aiptu Dwiyatno, Aiptu Koes Hendratno, dan Bripka Ahmad Maulana bersal dari senjata api yang sama.

"Melihat dari anak peluru karena sama dengan TKP (Tempat Kejadian Perkara) pertama, tempat ke dua, dan ketiga, diduga berasal dari senjata yang sama. Semoga ini bisa mempermudah penyidikan untuk mengetahui dari kelompok mana mereka," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie kepada wartawan, Sabtu (17/8/2013).

Berdasarkan selonsong peluru yang ditemukan dari lokasi kejadian penembakan Aiptu Kus Hendratna dan Bripka Ahmad Maulana memiliki kesamaan ukuran dengan selongsong peluru yang ditemukan di lokasi penembakan Aiptu Dwiyatno memiliki ukuran yang sama 9,9 mili meter.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dihubungi wartawan dalam waktu berbeda menjelaskan bahwa peluru yang menembus tubuh Aiptu Kus Henratna dan Bripka Ahmad maulana masih diteliti laboratorium forensik.

"Dilokasi kejadian ditemukan ada selongsong anak peluru ukuran 9,9 mili meter," ucapnya.

Melihat adanya selongsong kemungkinan pelaku menggunakan senjata api jenis pistol bisa merk FN maupun Baretta.

Halaman123
Penulis: Adi Suhendi
Editor: Hendra Gunawan
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas