• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribunnews.com

Jelang Vonis, Video Detik-detik Pembunuhan Serka Heru Muncul di Youtube

Senin, 19 Agustus 2013 13:01 WIB
Jelang Vonis, Video Detik-detik Pembunuhan Serka Heru Muncul di Youtube
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Tiga terdakwa berkas satu, Koptu Kodik, Serda Sugeng dan serda Ucok keluar dari ruang sidang seusai menjalani sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (31/7/2013). Dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut pihak Oditur Militer menuntut Serda Ucok dengan hukuman 12 tahun penjara serta pemecatan, Serda Sugeng dengan hukuman 10 tahun penjara serta pemecatan dan Koptu Kodik dengan hukuman delapan tahun serta pemecatan. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang vonis bagi Ucok Cs di Pengadilan Militer Yogyakarta, video mengenai pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugos Cafe Yogyakarta muncul di Youtube.

Video yang berjudul 'Peristiwa Pembunuhan Serka Heru Santoso' tersebut diunggah oleh seseorang bernama Mata Hari. Video tersebut diunggah pada 16 Agustus 2013.

Tribunnews yang coba membuka video tersebut melihat tayangan dimulai dengan pernyatan-pernyataan seperti 'Untuk kawan Sekaligus Keluarga Kami Serka Heru Santoso'.

Video yang berdurasi 13 menit tersebut menampilkan dengan jelas detik-detik penusukan Serka Heru Santoso yang dilakukan Juan Manbait CS.

Dalam video tersebut juga terlampir pernyataan-pernyataan mengenai sosok Serka Heru Santoso, berikut pernyataannya:

Video ini didedikasikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang menginginkan keterbukaan dalam peristiwa pembunuhan Serka Heru Santoso.

Serka Heru Santoso adalah seorang prajurit komando dari kesatuan Grup 2 Kopassus Kartasura Solo dan pernah bergabung di unit Sat-81 Gultor (Penanggulangan Teror). Serka Heru Santoso gugur dalam tugas ketika sedang melakukan pengecekan wilayah untuk mempersiapkan kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Sheraton.

Serka Heru Santoso di bunuh oleh sekelompok preman dan orang -- orang yang tersangkut dalam jaringan narkoba di Hugos Kafe Sleman Jogja. Diyakini pada malam kejadian pembunuhan tersebut telah direkam oleh beberapa titik CCTV yang berada didalam Hugos Kafe. Akan tetapi keberadaan CCTV tersebut hingga saat ini belum juga dijadikan dasar penyelidikan oleh Polda DIY untuk menyeret seluruh pelakunya ke pengadilan. Sangat aneh, sudah jelas -- jelas pelakunya yang terekam lebih dari 8 orang akan tetapi oleh pihak Polda DIY pelakunya masih dikatakan hanya 4 orang tidak lebih dari itu dan sudah mati di LP Cebongan sehingga tidak perlu lagi diadakan pengusutan pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugos Kafe.

Ketika seluruh elemen warga yogjakarta yang tergabung dalam berbagai organisasi kemasyarakatan berorasi menuntut Polda DIY untuk membuka kembali kasus pembunuhan Serka Heru Santoso pihak Polda DIY justru bersikap pasif dan terlalu diplomatis dengan mengatakan pihaknya akan melakukan pengusutan apabila apa yang di sampaikan oleh Joko security ketika bersaksi di pengadilan militer tersebut benar.

Jadi semakin aneh, bukankah paska kejadian seluruh CCTV di sita semua oleh pihak Polda DIY?? Kemudian seluruh rekaman CCTV yang terpasang di sudut -- sudut Hugos Kafe juga sudah di lihat semuanya?? Itu artinya pihak Polda DIY sudah mengetahui isi dari seluruh rekaman CCTV yang disitanya dan tentunya lebih dari 6 buah CCTV. Terus kenapa pihak Polda DIY justru menunggu ada orang yang bersaksi dulu baru akan melakukan tindakan??

Tentunya rakyat indonesia tidak berharap Polda DIY kerjanya seperti kerbau di pecut dulu baru jalan. Jangan -- jangan setelah video ini tersebar Polda DIY baru mau bekerja menuntaskan kasus Hugos Kafe dengan berbagai dalihnya.

CCTV yang di putar di pengadilan itu hanya satu sudut CCTV saja itupun durasinya sudah di potong (mengalami editan) oleh pihak Polda DIY yang seharusnya itu tidak boleh dilakukan. Terus kemana gambar rekaman CCTV yang lain?? apalagi yang mau di sembunyikan??

Sudah bukan rahasia lagi Hugos Kafe sering di jadikan tempat mangkal orang -- orang Polda DIY dan preman peliharaannya, jadi tidak heran kalau pada akhirnya banyak film rekaman yang di potong dan diedit. Selain itu juga adanya beberapa pengunjung yang melihat setiap harinya Hugos Kafe dijaga oleh sejumlah polisi bersenjata lengkap jenis AK dan selalu mondar mandir di sekitar Hugos Kafe. Wah kalau mau menjalankan tugas penjagaan itu lihat tempat apakah layak dijaga atau tidak. Menjaga Hugos Kafe tanpa upeti juga mustahil, jaman sekarang semuanya uang.

Jadi semua terasa masuk akal bila Polda DIY juga dianggap punya kepentingan merekayasa beberapa CCTV yang sudah mereka pegang biar apa yang ada didalamnya tidak terungkap / terekspos oleh masyarakat.

Dari tayangan ini apakah benar hanya 4 pelakunya? durasi CCTV yang diberikan sangat pendek terus kemana sisanya? kenapa takut jujur?

Tidak apa - apa sob, silahkan kalian bersikap begitu dengan menutupi semua kebobrokan kalian. Tapi ingat satu hal, jangan kalian terus -- terusan membodohi rakyat. Tentang semua ini tetap akan kita kembalikan ke rakyat Indonesia sebagai komponen yang wajib tahu dan memberikan penilaian terhadap seluruh peristiwa yang terjadi disekitar mereka. Biarlah rakyat juga yang akan menentukan pilihannya.

Untuk Komnasham dan antek -- anteknya, kalian jangan bangga menjadi KNIL masa kini yang kejam terhadap bangsa kalian sendiri. Tidak sedikit veteran 45 yang bercerita dijaman penjajahan dulu cara penyiksaan KNIL kepada pribumi jauh lebih sadis dan kejam daripada belanda itu sendiri. Rakyat indonesia sudah memberikan stempel PENGKHIANAT kepada setiap pegawai Komnasham yang dengan entengnya menjual harga diri bangsa indonesia kepada bangsa lain.

Tak diketahui siapa yang mengunggah video yang menjadi bukti polisi ini. Yang jelas, di bagian akhir ada cuplikan berita di media dan juga dukungan bagi 12 terdakwa eksekutor 4 pembunuh Heru di LP Cebongan

Penulis: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2171502 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas