Jelang Vonis, Video Detik-detik Pembunuhan Serka Heru Muncul di Youtube

Video yang berjudul 'Peristiwa Pembunuhan Serka Heru Santoso' tersebut diunggah oleh seseorang bernama Mata Hari

Jelang Vonis, Video Detik-detik Pembunuhan Serka Heru Muncul di Youtube
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Tiga terdakwa berkas satu, Koptu Kodik, Serda Sugeng dan serda Ucok keluar dari ruang sidang seusai menjalani sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (31/7/2013). Dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut pihak Oditur Militer menuntut Serda Ucok dengan hukuman 12 tahun penjara serta pemecatan, Serda Sugeng dengan hukuman 10 tahun penjara serta pemecatan dan Koptu Kodik dengan hukuman delapan tahun serta pemecatan. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang vonis bagi Ucok Cs di Pengadilan Militer Yogyakarta, video mengenai pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugos Cafe Yogyakarta muncul di Youtube.

Video yang berjudul 'Peristiwa Pembunuhan Serka Heru Santoso' tersebut diunggah oleh seseorang bernama Mata Hari. Video tersebut diunggah pada 16 Agustus 2013.

Tribunnews yang coba membuka video tersebut melihat tayangan dimulai dengan pernyatan-pernyataan seperti 'Untuk kawan Sekaligus Keluarga Kami Serka Heru Santoso'.

Video yang berdurasi 13 menit tersebut menampilkan dengan jelas detik-detik penusukan Serka Heru Santoso yang dilakukan Juan Manbait CS.

Dalam video tersebut juga terlampir pernyataan-pernyataan mengenai sosok Serka Heru Santoso, berikut pernyataannya:

Video ini didedikasikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang menginginkan keterbukaan dalam peristiwa pembunuhan Serka Heru Santoso.

Serka Heru Santoso adalah seorang prajurit komando dari kesatuan Grup 2 Kopassus Kartasura Solo dan pernah bergabung di unit Sat-81 Gultor (Penanggulangan Teror). Serka Heru Santoso gugur dalam tugas ketika sedang melakukan pengecekan wilayah untuk mempersiapkan kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Sheraton.

Serka Heru Santoso di bunuh oleh sekelompok preman dan orang -- orang yang tersangkut dalam jaringan narkoba di Hugos Kafe Sleman Jogja. Diyakini pada malam kejadian pembunuhan tersebut telah direkam oleh beberapa titik CCTV yang berada didalam Hugos Kafe. Akan tetapi keberadaan CCTV tersebut hingga saat ini belum juga dijadikan dasar penyelidikan oleh Polda DIY untuk menyeret seluruh pelakunya ke pengadilan. Sangat aneh, sudah jelas -- jelas pelakunya yang terekam lebih dari 8 orang akan tetapi oleh pihak Polda DIY pelakunya masih dikatakan hanya 4 orang tidak lebih dari itu dan sudah mati di LP Cebongan sehingga tidak perlu lagi diadakan pengusutan pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugos Kafe.

Ketika seluruh elemen warga yogjakarta yang tergabung dalam berbagai organisasi kemasyarakatan berorasi menuntut Polda DIY untuk membuka kembali kasus pembunuhan Serka Heru Santoso pihak Polda DIY justru bersikap pasif dan terlalu diplomatis dengan mengatakan pihaknya akan melakukan pengusutan apabila apa yang di sampaikan oleh Joko security ketika bersaksi di pengadilan militer tersebut benar.

Jadi semakin aneh, bukankah paska kejadian seluruh CCTV di sita semua oleh pihak Polda DIY?? Kemudian seluruh rekaman CCTV yang terpasang di sudut -- sudut Hugos Kafe juga sudah di lihat semuanya?? Itu artinya pihak Polda DIY sudah mengetahui isi dari seluruh rekaman CCTV yang disitanya dan tentunya lebih dari 6 buah CCTV. Terus kenapa pihak Polda DIY justru menunggu ada orang yang bersaksi dulu baru akan melakukan tindakan??

Halaman
12
Penulis: Willy Widianto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2016
About Us
Help