Minggu, 31 Mei 2015
Tribunnews.com

Jelang Vonis, Video Detik-detik Pembunuhan Serka Heru Muncul di Youtube

Senin, 19 Agustus 2013 13:01 WIB

Jelang Vonis, Video Detik-detik Pembunuhan Serka Heru Muncul di Youtube
TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI
Tiga terdakwa berkas satu, Koptu Kodik, Serda Sugeng dan serda Ucok keluar dari ruang sidang seusai menjalani sidang lanjutan kasus penyerangan Lapas Cebongan di Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (31/7/2013). Dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan tersebut pihak Oditur Militer menuntut Serda Ucok dengan hukuman 12 tahun penjara serta pemecatan, Serda Sugeng dengan hukuman 10 tahun penjara serta pemecatan dan Koptu Kodik dengan hukuman delapan tahun serta pemecatan. TRIBUNJOGJA/HASAN SAKRI GHOZALI 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjelang vonis bagi Ucok Cs di Pengadilan Militer Yogyakarta, video mengenai pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugos Cafe Yogyakarta muncul di Youtube.

Video yang berjudul 'Peristiwa Pembunuhan Serka Heru Santoso' tersebut diunggah oleh seseorang bernama Mata Hari. Video tersebut diunggah pada 16 Agustus 2013.

Tribunnews yang coba membuka video tersebut melihat tayangan dimulai dengan pernyatan-pernyataan seperti 'Untuk kawan Sekaligus Keluarga Kami Serka Heru Santoso'.

Video yang berdurasi 13 menit tersebut menampilkan dengan jelas detik-detik penusukan Serka Heru Santoso yang dilakukan Juan Manbait CS.

Dalam video tersebut juga terlampir pernyataan-pernyataan mengenai sosok Serka Heru Santoso, berikut pernyataannya:

Video ini didedikasikan kepada seluruh rakyat Indonesia yang menginginkan keterbukaan dalam peristiwa pembunuhan Serka Heru Santoso.

Serka Heru Santoso adalah seorang prajurit komando dari kesatuan Grup 2 Kopassus Kartasura Solo dan pernah bergabung di unit Sat-81 Gultor (Penanggulangan Teror). Serka Heru Santoso gugur dalam tugas ketika sedang melakukan pengecekan wilayah untuk mempersiapkan kedatangan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Sheraton.

Halaman123
Penulis: Willy Widianto
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas