Minggu, 23 November 2014
Tribunnews.com

Soal Ajang Miss World, Habib Rizieq Bandingkan SBY dengan Soeharto

Minggu, 25 Agustus 2013 16:41 WIB

Soal Ajang Miss World, Habib Rizieq Bandingkan SBY dengan Soeharto
/TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq keberatan jika organisasi yang ia pimpin disebut sebagai kelompok garis keras. Kami tidak anti pluralitas. Islam cinta damai tapi bukan diam dalam penindasan. Tegasnya dalam diskusi perihal Islam dan Terorisme di Indonesia bersama puluhan media Amerika serikat di kantor ICIS, Rabu (11/5/2011). FPI dan ormas Islam lainnya melihat adanya perbedaan antara pluralitas dan pluralisme. pluralitas adalah keniscayaan perbedaan keagamaan sedang pluralisme mencampur agama.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Imam Besar sekaligus Ketua Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dapat bersikap tegas dalam menyikapi polemik penyelenggaraan Miss World di Indonesia.

Rizieq mengambil contoh sikap Presiden Soeharto saat ada polemik terkait keikutsertaan Indonesia dalam ajang kontes kecantikan yang ia nilai tegas dan mencerminkan wibawa seorang pemimpin.

"Waktu di zaman Pak Harto, ketika ada kelompok yang berniat mengirimkan Putri Indonesia ke miss world atau miss universe, Ibu Min Sugandi saat itu menteri pemberdayaan wanita meminta pertimbangan presiden dulu. Besoknya, Bu Min katakan, bapak (Pak Harto) sampaikan itu bukan budaya kita," ujar Rizieq di Petamburan, Jakarta Pusat, Minggu (25/8/2013).

Rizieq menggambarkan, saat itu Presiden Soeharto dengan tegas menyatakan penolakannya karena ia menilai kontes tersebut tidak sesuai dengan kebudayaan lokal Indonesia dan ketegasan Presiden saat itu langsung mengakhiri polemik yang ada.

"Cuma satu kalimat, itu bukan budaya kita. Langsung berhenti (polemiknya), tidak ada putri Indonesia yang dikirim ke miss universe atau miss world. Mustinya begitu wibawa seorang presiden, tidak usah repot-repot dengan SK, kepres, atau rapat kabinet berkepanjangan, cukup presiden ambil inisiatif dengan tegas bahwa pergelaraan miss world bertentangan dengan nilai-nilai norma agama dan kearifan lokal dan budaya kita, batalkan," tukasnya.

Ia juga menegaskan FPI akan tetap menolak penyelenggaraan miss World di Indonesia dan akan terus menyuarakan penolakan tersebut dan ia berharap Presiden SBY dapat bersikap tegas terkait polemik tersebut.

"Kita tunggu kewibawaan presiden kita, ketegasannya untuk melarang miss world," tandasnya.

Penulis: Bahri Kurniawan
Editor: Willy Widianto

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas