• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 21 September 2014
Tribunnews.com

Bagir Manan: Putusan PK Sudjiono Timan Tidak Sesuai Prosedur

Selasa, 27 Agustus 2013 12:39 WIB
Bagir Manan: Putusan PK Sudjiono Timan Tidak Sesuai Prosedur
TRIBUNNEWS.COM/BIAN HARNANSA
Bagir Manan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bagir Manan, Ketua Mahkamah Agung (MA) periode 2001-2008 mengatakan, putusan MA yang mengabulkan permohonan peninjauan kembali (PK) terpidana Sudjiono Timan, tidak sesuai prosedur.

Sebab, proses PK tidak sesuai Surat Edaran MA No 1 Tahun 2012, tentang pengajuan dan permohonan PK dalam perkara pidana.

"Pertama, prosedur PK tidak benar karena diajukan istri. Istri bukan ahli waris, karena terpidana belum mati. Keluarga boleh ajukan PK kalau yang bersangkutan atau terpidana menolak ajukan PK. Atau, bisa juga dalam keadaan tidak mungkin, misalnya sakit. Bagi saya itu perlu pertanyakan," kata Bagir saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/8/2013).

Alasan kedua, lanjut Bagir, Sudjiono merupakan buronan Kejaksaan Agung. Artinya, Sudjiono melawan putusan hakim. Di negara yang memiliki contempt of court, itu ada aturannya.

"Ini kan dia sengaja menghindari putusan hakim. Sayangnya, kita tidak punya contemp of court. Menurut saya, hakim harus punya harga diri. Jadi begini, dia kabur, dengan kata lain dia melecehkan hakim. Mestinya majelis PK memikirkan ini," kritik Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.

MA membebaskan mantan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Sudjiono Timan, terpidana korupsi Rp 369 miliar, setelah mengabulkan permohonan PK yang diajukan kuasa hukum pemohon.

Perkara bernomor 97 PK/Pid.Sus/2012, diadili oleh Ketua Majelis Hakim Suhadi didampingi Andi Samsan Nganro, Sophian Marthabaya, dan dua hakim ad hoc sebagai anggota.

Sudjiono termasuk dalam 14 koruptor yang menjadi buronan Jaksa Agung. Saat hendak dieksekusi pada Selasa 7 Desember 2004, Sudjiono melarikan diri.

Sebelumnya, pada 3 Desember 2004, Majelis Kasasi Mahkamah Agung yang dipimpin Ketua MA saat itu, Bagir Manan, memvonis Sudjiono 15 tahun penjara, denda Rp 50 juta, dan membayar uang pengganti Rp 369 miliar. (*)

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribun Jakarta
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2209191 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas