• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 1 Oktober 2014
Tribunnews.com

Kejaksaan Agung Periksa Tiga Saksi Kasus Dugaan Korupsi BJB

Selasa, 27 Agustus 2013 21:02 WIB
Kejaksaan Agung Periksa Tiga Saksi Kasus Dugaan Korupsi BJB
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Petugas melayani nasabah di Bank BJB, Jalan Braga, Kota Bandung, Senin (12/8/2013). Nasabah bank sudah bisa kembali menggunakan jasa perbankan setelah lembaga perbankan di Indonesia libur selama satu pekan dalam rangka cuti bersama Idul Fitri 1434 H. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi di Bank Jawa Barat-Banten (BJB) terkait pengadaan satuan unit ruang kantor di T-Tower, Jalan Gatot Subroto Kavling 93, Jakarta Selatan.

Pemeriksaan dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat.

"Diperiksa tiga saksi dari BJB di Kejati Jabar (Jawa Barat) yang pada pokoknya terkait dengan kebijakan saksi-saksi dalam menyetujui pemesanan atau pembelian serta pelaporan-pelaporan dari pemesanan atau pembelian untuk Satuan Unit Ruang Kantor di T-Tower Jalan Gatot Subroto Kavling 93 Jakarta dari PT Comtadino Lintasnusa Perkasa," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi kepada wartawan, Selasa (27/8/2013).

Untung menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap Bien Subiantoro selaku Direktur Utama BJB dan Zainal Aripin Direktut Kepatuhan dan Manajemen Resiko BJB dilakukan untuk mengetahui bagaimana saksi dalam menyetujui pemesanan atau pembelian Satuan Unit Ruang Kantor di T-Tower Jalan Gatot Subroto Kavling 93 Jakarta dari PT Comtadino Lintasnusa Perkasa.

Sementara Agus Ruswendi selaku Komisaris Utama BJB diperiksa terkait pelaporan-pelaporan dari pemesanan atau pembelian Satuan Unit Ruang Kantor di T-Tower Jalan Gatot Subroto Kavling 93 Jakarta dari PT Comtadino Lintasnusa Perkasa.

Kasus dugaan korupsi tersebut mencuat saat Bank BJB berencana  membeli gedung yang diperuntukkan bagi kantor cabang khusus di Jakarta pada 2006. Kemudian Bank Indonesia menyetujui pengadaan kantor yang selanjutnya mengucurkan dana Rp200 miliar.

Dalam perjalannya tanah yang akan digunakan untuk pembangunan T-Tower itu milik perusahaan lain hingga negara dirugikan sebesar Rp200 miliar.

Penulis: Adi Suhendi
Editor: Willy Widianto
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2211892 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas