• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 19 September 2014
Tribunnews.com

KPK Diminta Telisik Sosok 'Bunda Putri'

Minggu, 1 September 2013 17:02 WIB
KPK Diminta Telisik Sosok 'Bunda Putri'
TRIBUNNEWS.COM/DANY PERMANA
Terdakwa Ahmad Fathanah (kiri) mendengarkan keterangan saksi Ridwan Hakim (kanan), dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (29/8/2013). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak lain, dalam kasus dugaan suap peningkatan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Terutama, menelisik lebih jauh sejumlah sosok yang terungkap dalam fakta persidangan, seperti sosok 'Bunda Putri'. Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo melalui siaran pers, Minggu (1/9/2013).

Menurut Bambang, KPK harus mendalami sosok yang terungkap dalam sidang lanjutan perkara yang mendera terdakwa Ahmad Fathanah beberapa waktu lalu, agar publik tak bertanya-tanya.

"KPK masih harus mendalami kasus ini. Bagaimana pun, KPK harus menjawab pertanyaan publik yang ingin tahu siapa yang dimaksud Pak Lurah, Bunda Putri, Haji Susu, Sengman, serta Widhi," kata Bambang.

Bambang meyakini ada kartel pada proyek impor daging sapi. Kartel terbentuk karena bertemunya kepentingan oknum penguasa dan pebisnis. Di situlah menurutnya terjadi permainan antara penguasa-pebisnis.

"Kartel yang dibangun Bunda Putri bahkan bisa mendikte kabinet untuk menerbitkan kebijakan-kebijakan yang sesuai keinginan kartel," tuturnya.

Permainan penguasa-pebisnis, imbuh Bambang, bisa memereteli wewenang pejabat tinggi negara. Hal tersebut menurut Bambang sangat memprihatinkan.

"Pemerintahan yang independen dan bebas dari kepentingan tidak akan memberi akses bagi terbentuknya kartel," ujarnya.

Oleh sebab itu, prediksi Bambang, permainan impor daging sapi tidak hanya melibatkan para tersangka yang perkaranya sedang berproses di pengadilan Tipikor saat ini.

"Mengacu pada rekaman pembicaraan telepon, sejumlah pihak yang diperdengarkan di Pengadilan Tipikor Jakarta, pekan lalu, terbukti bahwa impor daging sapi dikendalikan oleh kartel. Pak  Lurah, Bunda Putri, Haji Susu, Sengman, serta Widhi pun bersekutu dalam kartel itu," papar politisi Partai Golkar. (*)

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Yaspen Martinus
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2230642 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
    Jadilah yang pertama memberikan komentar
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas