• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribunnews.com

Pengamat: Rakernas PDIP Sebaiknya Wacanakan Jokowi Capres

Senin, 2 September 2013 17:04 WIB
Pengamat: Rakernas PDIP Sebaiknya Wacanakan Jokowi Capres
TRIBUNNEWS.COM
Megawati Soekarnoputri dan Jokowi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusabhakti menyarankan PDIP sebaiknya mengajukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Jakarta 6-8 September 2013 ini.

"Saya pribadi tidak tahun Rakernas PDIP nanti akan mengagendakan apa tetapi langkah maju kalau Jokowi diusulkan Capres. Bahkan berkali-kali saya sebut kalau bukan mustahil pasangan Jokowi atau JK (Jusuf Kalla) diajukan Capres atau Cawapres," kata Ikrar dalam dialog "Geliat Para Cepres Jelang 2014" di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (2/9/2013).

Ikrar menyebut survei harian 'Kompas' yang menempatkan Jokowi sebagi capres dengan elektabilitas tertinggi adalah sebuah modal besar bagi PDIP yang memiliki Jokowi sebagai kadernya.

Apalagi, kata Ikrar, ada sebuah survei dari sebuah lembaga asing yang menyebut 61 persen pendukung Partai Demokrat menginginkan Jokowi Capres. "Dan 31 persen pendukung PKS akan ke Jokowi. Jadi Konvensi Capres Demokrat tidak ada apa-apanya kalau Jokowi maju Capres," kata Ikrar.

Disebutkan survei Kompas dan survei sebuah lembaga asing yang tidak disebutkan namanya juga sama-sama menyimpulkan jika PDI Perjuangan mengusung Jokowi Capres maka pada pemilu legislatif maka partai itu bisa meriah suara hingga 24 persen di Pemilu.  

"Kali ini PDIP jangan salah strategi lagi karena PDIP kerap salah strategi. Misalnya ketika mengusung Puspayoga di Pilgub Bali (PDIP salah strategis)," ujarnya.

Menurut Ikrar jika bertolak dari hasil survei itu maka Jokowi kalau berpasangan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto atau berpasangan dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla, maka berpeluang besar memenangkan pemilu presiden 2014.

"Dengan catatan, konvensi calon presiden Partai Demokrat tidak menghasilkan figur yang kuat," katanya.

Namun dari dua kemungkinan tersebut, menurut Ikrar, memiliki tingkat resistensi yang berbeda sehingga perlu menjadi pertimbangan bagi PDI Perjuangan. Dari hasil survei sebuah harian nasional terkenal menyebutkan, jika Jokowi berpasangan dengan Prabowo Sudianto maka tingkat resistensinya sekitar enam persen, sedangkan jika Jokowi berpasangan Jusuf Kalla maka tingkat resistensi hanya sekitar satu persen.  

"Dari hasil survei tersebut, bahwan terjadi swing voter cukup besar yakni pemilih yang semula memilih Partai Demokrat dan PKS akan beralih memilih PDI Perjuangan dan Jokawi," katanya.

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
2235461 articles 0 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
Atas